Kenali Perbedaan Gaji Kotor dan Gaji Bersih, Sebelum Kamu Negosiasi Gaji saat Wawancara Kerja

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Rabu, 17 Januari 2024 | 22:09 WIB
Ilustrasi: Kenali perbedaan gaji kotor dan gaji bersih, supaya kamu tidak kecewa karena yang kamu terima tidak seperti yang kamu harapkan. (Freepik/Stockking)
Ilustrasi: Kenali perbedaan gaji kotor dan gaji bersih, supaya kamu tidak kecewa karena yang kamu terima tidak seperti yang kamu harapkan. (Freepik/Stockking)

PejuangKantoran.com - Saat negosiasi gaji dengan pihak HRD di perusahaan, gross salary (gaji kotor) dan net salary (gaji bersih) adalah istilah yang sering kita dengar. Kamu harus mengetahui perbedaan gaji kotor dan gaji bersih saat rekruter menyampaikannya. Mengapa?

Memahami perbedaan gaji kotor dan gaji bersih, dan komponen apa saja yang termasuk di dalamnya, akan membantu kamu mengerti berapa gaji yang kamu bawa pulang.

Kamu akan segera menyadari perbedaan gaji kotor dan gaji bersih saat kamu membandingkan gaji yang tertera di kontrak kerja, dengan uang yang benar-benar masuk ke rekeningmu.

Baca Juga: 3 Perempuan Indonesia Masuk Daftar Forbes Wanita 50 Over 50 Asia, Bikin Bangga!

Nah, sebelum kamu salah paham, kenali dulu perbedaan gaji kotor dan gaji bersih berikut ini:

Gross salary (gaji kotor/gaji bruto)

Jumlah total pendapatan yang diterima oleh seorang karyawan sebelum potongan pajak dan potongan lainnya seperti gaji pokok, tunjangan, bonus, insentif, dan lain-lain.

Gaji kotor akan muncul sebagai angka tertinggi yang kamu lihat pada slip gaji kamu. Ini merupakan cerminan dari jumlah total yang dibayarkan oleh perusahaan berdasarkan gaji atau upah yang sudah disepakati.

Gaji kotor biasanya akan dikenakan potongan, baik yang bersifat wajib maupun yang bersifat sukarela. Perusahaan bisa melakukan pemotongan sukarela tambahan dari gaji kamu karena alasan lain.

Misalnya tunjangan pensiun, peralatan kerja, alat makeup (mungkin bagi yang bekerja di bisnis kecantikan), hingga iuran serikat pekerja.

Potongan ini bersifat sukarela dalam arti tidak diwajibkan oleh pemerintah, tetapi kamu mungkin harus ikut serta dalam kontrak kerja.

Pada slip gaji, mungkin kamu juga melihat potongan untuk asuransi kesehatan, rekening tabungan kesehatan, atau tunjangan lain jika perusahaan kamu menawarkannya.

Baca Juga: Yang Dipelajari Natasha Wilona ketika Berturut-Turut Berperan sebagai Orang yang Bisa Melihat Kematian

Yang termasuk gaji kotor beberapa di antaranya adalah:

Uang makan
Uang transpor
Tunjangan jabatan
Tunjangan keluarga
Tunjangan internet/alat kerja
BPJS Kesehatan
Jamsostek
Dana pensiun
Dll.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Glints, Indeed, Instagram @gaweku

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X