news

Mark Zuckerberg Dipaksa Meminta Maaf pada Keluarga Anak-anak yang Kena Dampak Buruk Media Sosial

Kamis, 1 Februari 2024 | 18:52 WIB
Mark Zuckerberg dipaksa berdiri dan meminta maaf langsung pada keluarga korban media sosial, disaksikan para CEO lain. (X @alexeioreskovic/Fortune)

Komentar tersebut mengundang tepuk tangan dari para keluarga, yang hadir sambil memegang foto anak-anak mereka.

"Anda memiliki produk yang membunuh orang," tambah Graham, anggota peringkat Partai Republik dalam panel tersebut.

Puncaknya adalah ketika Senator Partai Republik Josh Hawley dari Missouri meminta Zuckerberg untuk meminta maaf secara langsung kepada para keluarga yang ada di ruangan tersebut.

Baca Juga: Pantasan Indonesia Merapat ke China, Iklim Bisnis Negeri Tembok Raksasa Dapat Acungan Jempol

"Mereka ada di sini. Anda ada di televisi nasional.... Maukah Anda meminta maaf atas apa yang telah Anda lakukan kepada orang-orang baik ini?" desak Hawley.

Tak ada pilihan lain bagi Zuckerberg, yang perusahaannya meliputi Facebook, Instagram, dan WhatsApp. Ia pun berdiri dan berbalik untuk menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada para keluarga korban atas apa yang telah mereka alami.

"Ini mengerikan. Tidak seorang pun harus mengalami hal-hal yang dialami keluarga Anda," katanya kepada mereka.

"Dan inilah mengapa kami berinvestasi begitu banyak dan akan terus melakukan upaya terdepan di industri ini untuk memastikan bahwa tidak seorang pun harus mengalami apa yang telah dialami oleh keluarga Anda."

Graham mengakui bahwa ada sisi positif dari situs-situs media sosial, namun "sisi gelapnya belum ditangani."

"Sekarang saatnya untuk menghadapi sisi gelap karena orang-orang telah mengambil ide Anda dan mengubahnya menjadi mimpi buruk bagi rakyat Amerika," katanya.

Baca Juga: Diperankan Hampir Setengahnya oleh Para Komika, Agak Laen The Movie Janjikan Akan Beri Ledakan Tawa di Bioskop

Menanggapi tudingan tersebut, sebagian besar CEO memaparkan tindakan yang sudah mereka lakukan untuk mencoba meringankan masalah ini yang timbul.

Meta baru-baru ini mengumumkan rencana untuk menyembunyikan konten yang dianggap tidak pantas untuk remaja, dan mendorong verifikasi usia ketika orang mengunduh platform mereka di App store.

CEO Snap dan X secara terbuka mendukung rancangan undang-undang bipartisan selama dengar pendapat, yaitu Kids Online Safety Act.

Sedangkan TikTok mengatakan bahwa mereka akan meningkatkan investasi dalam hal keamanan tahun ini sebesar $2 miliar.

Halaman:

Tags

Terkini