Mark Zuckerberg Dipaksa Meminta Maaf pada Keluarga Anak-anak yang Kena Dampak Buruk Media Sosial

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Kamis, 1 Februari 2024 | 18:52 WIB
Mark Zuckerberg dipaksa berdiri dan meminta maaf langsung pada keluarga korban media sosial, disaksikan para CEO lain. (X @alexeioreskovic/Fortune)
Mark Zuckerberg dipaksa berdiri dan meminta maaf langsung pada keluarga korban media sosial, disaksikan para CEO lain. (X @alexeioreskovic/Fortune)

PejuangKantoran.comKomite Kehakiman Senat di Amerika Serikat menggelar dengar pendapat untuk menggalang dukungan bagi undang-undang federal yang dirancang untuk melindungi anak-anak dari dampak buruk media sosial, pada Rabu (31/1/2024).

Komite Kehakiman Senat mengundang sejumlah pimpinan media sosial di Amerika Serikat, dan mencecar mereka tentang risiko kesehatan mental yang ditimbulkan oleh platform mereka bagi anak-anak dan kaum muda.

Mark Zuckerberg (CEO Meta), Linda Yaccarino (X), Shou Chew (TikTok), Evan Spiegel (Snap), dan Jason Citron (Discord) menghadapi tuduhan bahwa perusahaan mereka gagal melindungi anak-anak dari eksploitasi dan pelecehan.

Baca Juga: Berani Mundur dari Jabatannya, Deputi TPN Sebut Prof Mahfud Punya Kekuatan Lebih Besar

Selama empat jam bersaksi di hadapan Komite Kehakiman Senat, para CEO tersebut mengakui adanya kekurangan dari platform mereka.

Para CEO tersebut menjelaskan upaya-upaya yang telah mereka lakukan untuk memperbaiki dampak buruk media sosial. Namun, mereka juga menepis kritikan lainnya.

Komite Senat mengecam para CEO tersebut, karena mengajukan upaya-upaya lobi yang dianggap telah menghalangi legislasi federal. Padahal, ada sejumlah anak yang meninggal setelah terjerat beberapa sisi gelap situs-situs ini.

Mark Zuckerberg dipaksa meminta maaf

Dengar pendapat ini diadakan di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang dampak buruk media sosial bagi kaum muda. Eksploitasi seksual terhadap anak-anak secara online merupakan masalah yang terus berkembang di AS.

Menurut National Center for Missing & Exploited Children, pelecehan seksual anak secara online telah meningkat 10 kali lipat dalam 10 tahun terakhir, mencapai 100.000 laporan harian pada tahun 2023.

Ada juga kekhawatiran tentang dampak buruk media sosial terhadap kesehatan mental. Baru-baru ini ahli bedah AS, Jenderal Vivek Murthy, memperingatkan bahwa ia tidak punya cukup bukti untuk mengatakan bahwa media sosial aman.

Baca Juga: Arsjad Rasjid Ajak Masyarakat Seru-seruan di Konser Hajatan Rakyat di GBK 3 Februari

“Pada kenyataannya, ada bukti yang semakin banyak bahwa penggunaan media sosial terkait dengan bahaya bagi kesehatan mental kaum muda," katanya.

Para orangtua yang hadir dalam rapat dengar pendapat saat itu merupakan bukti langsung dari kedua masalah tersebut, kata para senator.

"Mr. Zuckerberg, Anda dan perusahaan-perusahaan yang ada di hadapan kami - saya tahu Anda tidak bermaksud demikian, tetapi Anda memiliki darah di tangan Anda," ujar Senator Lindsey Graham dari Partai Republik dari South Carolina.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: ABC News

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X