PejuangKantoran.com - Hari ini, Kamis 8 Februari, diperingati sebagai Isra Miraj Nabi Muhammad SAW. Atau, pada hari ke-27 bulan Rajab, bulan ketujuh dalam kalender Islam. Bagaimana cara merayakan Isra Miraj?
Sebelumnya, perlu kamu ketahui bahwa Isra Miraj adalah peristiwa agung yang menandai perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram (Mekah) ke Masjidil Aqsa (Yerusalem, Palestina).
Perjalanan Rasulullah berlanjut menuju langit ketujuh untuk menerima perintah salat lima waktu dari Allah SWT. Dengan demikian, Isra Miraj bukan merupakan peristiwa biasa, melainkan salah satu perjalanan terpenting dalam sejarah hidup Rasulullah.
Isra Miraj terjadi pada saat Nabi Muhammad SAW menghadapi kesulitan dan penderitaan yang luar biasa. Kaum Quraisy, yang merupakan suku dan keluarganya, terus-menerus menghina dan menindas Rasulullah dan para pengikutnya.
Terlebih lagi, Rasulullah baru saja menghadapi Tahun Kesedihan ('Aam al-Huzn), di mana beliau kehilangan istri tercintanya, Siti Khadijah dan pamannya, Abu Thalib, yang merupakan pelindung dan sekutunya.
Selain semua beban ini, ketika Rasulullah melakukan perjalanan ke Ta'if untuk menyebarkan pesan Islam, orang-orang Ta'if menolaknya.
Mereka mengirim anak-anak mereka ke jalan untuk melempari beliau dengan batu sampai beliau meninggalkan kota.
Setelah melalui begitu banyak kesedihan dan penderitaan, Rasulullah diberi hadiah yang benar-benar indah dan menghibur.
Beliau tidak hanya dibawa ke Tempat Suci dan melintasi langit, tetapi pada akhirnya ke Hadirat Ilahi, sumber dari segala kenyamanan dan harapan.
Baca Juga: TPM Ganjar-Mahfud Ajak Relawan Ikut Mengawasi Pemungutan Suara, Siapkan Kanal Pengaduan Online
Oleh karena itu, salah satu pelajaran terpenting dari Isra Miraj adalah bahwa “Sesungguhnya bersama setiap kesulitan itu ada kemudahan” (Al-Qur'anul Karim, 94: 5).
Cara Merayakan Isra Miraj
Nah, lalu bagaimana cara merayakan Isra Miraj?
Mengutip NU Online, ada yang merayakan Isra Miraj dengan memperbanyak shalat sunnah, atau menghias jalanan atau rumah. Namun ada juga yang mengundang penceramah atau kiai untuk mendengarkan tausiyahnya.