"Ketahuilah, ada empat bentuk politisasi bansos pada masa pemilu," ucap Elisabeth Kusrini.
Keempatnya adalah penyaluran data penerima, penyelewengan dana, penggunaan simbol atau atribut partai, dan upaya memengaruhi preferensi politik masyarakat penerima bansos.
Wawan Mas'udi menambahkan, bansos harus terus-menerus diingat sebagai kebijakan negara, bukan sebagai kebijakan personal.
“Atas alasan apapun, situasi pemilu ini tentu tidak sekritis saat kita menghadapi pandemi Covid-19. Jadi suara kritis terhadap bansos harus terus disuarakan, bahkan melampaui masa Pemilu nanti,” tutup Wawan Mas'udi.