Selain persyaratan pendapatan, Jepang juga mewajibkan para nomaden digital untuk memiliki asuransi kesehatan pribadi. Mereka juga bisa membawa pasangan dan anak-anaknya untuk tinggal di Jepang.
Meskipun begitu, Jepang tidak akan memberikan kartu kependudukan kepada mereka yang memegang visa digital nomad. Visa pun tidak bisa diperpanjang dengan segera.
Baca Juga: Oppenheimer Diprediksi Jadi Peraih Piala Oscar Terbanyak di Perhelatan Academy Awards 2024
Menurut The Japan Times, pemegang visa digital nomad bisa mengajukan permohonan kembali enam bulan setelah meninggalkan negara itu.
Lebih dari 50 negara sekarang menawarkan visa digital nomad atau alternatif serupa, termasuk tujuan populer seperti Portugal, Kosta Rika, dan Norwegia.
Tokyo merupakan salah satu pusat remote working dengan pertumbuhan tercepat, menurut laporan tahun 2023 dari Nomad List.
Nomaden digital di kota ini mengalami peningkatan 67% dari tahun 2018 hingga 2022, menurut Nomad List.
Wisatawan Amerika dapat tinggal di Jepang tanpa visa hingga 90 hari, menurut Departemen Luar Negeri AS. Jika ingin melanjutkan tinggal di Jepang, mereka harus memegang paspor yang masih berlaku dan tiket pesawat keluar negeri pada akhir masa tinggal 90 hari.