Alhasil, rendahnya TFR atau Total Fertility Rate, di Singapura terjadi komposisi jumlah penduduk usia lanjut, 65 tahun atau lebih tua, lebih banyak daripada penduduk usia muda, termasuk penduduk usia muda produktif.
Rendahnya Total Fertility Rate berisiko pada perlambatan ekonomi sebuah negara gegara kekurangan jumlah tenaga kerja usia produktif.
Perlambatan ekonomi pastinya berujung pada berbagai risiko kesejahteraan sosial lainnya.
Saat ini, di samping Singapura, negara Korea Selatan dan Italia tengah mengalami rendahnya angka TFR.
Kini, jumlah penduduk Singapura ada di kisaran 5 juta jiwa.