Pandemi Covid-19 membuat Gen Z pekerja mengeluarkan lebih banyak uang dari penghasilannya demi ongkos menjaga kesehatan.
Selain itu, pascapandemi Covid-19 kenaikan harga-harga barang menimbulkan inflasi.
Alhasil, dengan kondisi pertumbuhan gaji yang stagnan, Generasi Z pekerja tak punya cukup uang untuk menabung.
Lantas juga, skala prioritas keuangan baru pada Generasi Z pekerja juga memberi sumbangsih pada tren soft saving.
Gen Z pekerja yang menikmati hidup, menambah porsi ongkos menikmati hobi misalnya jalan-jalan maupun makan-makan.
Gen Z juga pada akhirnya berisiko makin terbiasa membelanjakan uangnya untuk kebutuhan-kebutuhan konsumtif, bukan produktif.