PejuangKantoran.com - Walau terkesan asyik atau mengasyikkan, ternyata, 3 kebutuhan ini acap dicap sebagai wujud perilaku hidup boros Gen Z atau Generasi Z.
Riset Data.ai per Januari 2024 dalam publikasi voaindonesia.com juga menyebut 3 kebutuhan di atas seakan menjadi bagian dari gaya hidup boros Generasi Milenial di samping Gen Z.
Generasi Milenial hidup dalam masa 1981 sampai dengan 1996
Sementara, Gen Z hidup dalam kurun waktu 1997 hingga 2012.
Yang acap dicap sebagai perilaku hidup boros Generasi Milenial dan Generasi Z adalah upaya pemenuhan gaya hidup boros, gaya hidup untuk pemenuhan leisure atau kenikmatan bersenang-senang.
Pertama, gaya hidup leisure adalah menonton konser.
"Selain menonton konser, ada kebutuhan jalan-jalan dan berbelanja alat-alat elektronik, utamanya, ponsel," kata riset Data.ai itu.
Landasan kebutuhan leisure biasanya tak dibarengi peningkatan pendapatan atau gaji yang signifikan.
Gaya hidup
Riset data.ai pada Januari 2024 sejatinya sudah memberikan warning atau peringatan agar Generasi Milenial dan Generasi Z atau Gen Z wajib mengendalikan perilaku konsumtif yang menggerus gaji atau pendapatan.
Riset itu mengatakan juga bahwa mayoritas Generasi Milenial dan Generasi Z hidup dalam masa digital yang memudahkan banyak hal.
Selain kemudahan transaksi keuangan, Generasi Milenial dan Generasi Z juga mendapatkan kemudahan dari digitalisasi berupa dari berbelanja online sampai dengan meminjam uang secara online.
"Apabila tidak mengendalikan perilaku konsumtif, Generasi Milenial dan Generasi Z bisa jatuh ke peminjaman online atau pinjol," kata hasil riset itu.
Dengan bermodalkan 6,05 jam per hari per orang, konsumen Indonesia menghabiskan waktu memanfaatkan kemudahan melalui pengunduhan aplikasi digital.