Hal ini diawali dengan keringanan pajak pada bulan Mei dan sejumlah roadshow oleh pejabat tinggi pemerintah di Asia dan Timur Tengah tahun lalu untuk menarik minat keluarga-keluarga kaya untuk mendirikan kantor keluarga di Hong Kong.
Pada Oktober 2022, Chief Executive John Lee Ka-chiu menetapkan target untuk memiliki setidaknya 200 kantor keluarga di Hong Kong pada tahun 2025, untuk menambah hampir 400 perusahaan yang sudah ada di kota ini.
Baca Juga: Usai Saling Sindir dengan Hyeri di IG Story, Han So Hee Konfirmasi Hubungannya dengan Ryu Jun Yeol
Nasabah ultra-high-net-worth Asia telah menjadi kontributor utama bagi pertumbuhan bisnis perbankan swasta HSBC. Aset yang diinvestasikan HSBC dari nasabah private banking di Asia meningkat 18 persen dari tahun ke tahun menjadi US$166 miliar pada akhir tahun 2023, di mana nasabah ultra-high-net-worth menyumbangkan setengahnya.
Mengenai apakah pasar saham yang berkinerja buruk di Hong Kong dan Cina daratan akan mempengaruhi peran kota ini sebagai pusat manajemen kekayaan, Lok Yim mengatakan bahwa diversifikasi adalah kunci keberhasilannya.
"Nasabah-nasabah kaya masih dapat memanfaatkan kota ini untuk berinvestasi di pasar internasional dan mendiversifikasikan portofolio mereka," ujar bankir dengan pengalaman lebih dari 30 tahun ini.
Baca Juga: 3 Lowongan Pekerjaan Freelance yang Menurun Akibat Adanya AI, Menurut Analisis Upwork
"Mereka tidak hanya membutuhkan layanan investasi, tetapi juga membutuhkan layanan perbankan korporasi dan perbankan ritel HSBC untuk keperluan bisnis, pendidikan anak dan kebutuhan lainnya," pungkasnya.