Morgan Stanley, Bank of America, dan Northwestern Mutual adalah beberapa perusahaan yang paling mungkin terkena dampaknya, menurut laporan “Generative Artificial Intelligence and the Workforce” yang dirilis Society for Human Resource Management (SHRM) dan Burning Glass Institute.
Bagi para CIO di bidang-bidang ini, jika hal itu terjadi berarti lebih sedikit karyawan yang harus diatur dan diawasi oleh teknologi.
Baca Juga: Lowongan kerja Snack Marketing Manager di PT Prima Cahaya Indobeverage (PepsiCola-Indofood Group)
Namun, akan ada tantangan baru dalam bentuk penerapan dan pengelolaan perangkat AI dan berbagai perannya dalam organisasi.
Untuk layanan keuangan dalam jangka pendek, AI generatif secara khusus akan memungkinkan otomatisasi lebih lanjut dari analisis dan pelaporan keuangan, peningkatan upaya mitigasi risiko, dan optimalisasi operasi keuangan.
Hal itu tertuang dalam laporan, “The Implications Of Generative AI In Finance” yang dirilis perusahaan konsultan Deloitte.
Tetapi, hal itu baru merupakan puncak gunung es untuk masa depan gangguan organisasi AI yang masih harus dilihat, menurut perusahaan tersebut.
Baca Juga: Resmi, Pemerintah Tetapkan Aturan ASN Boleh WFH Usai Cuti Bersama Lebaran! Ini Aturannya
"Dengan kemampuannya untuk memproses data dalam jumlah besar dan dengan cepat menghasilkan konten baru, AI generatif menjanjikan gangguan progresif yang belum dapat kita antisipasi," kata laporan tersebut.