PejuangKantoran.com - Kesal rasanya kalau ruangan kantor yang kamu masuki punya bau yang tak sedap. Sebaliknya, ruangan kantor yang berbau harum biasanya akan membuat banyak orang betah.
Tapi hati-hati, ruangan yang berbau harum bisa jadi menyebabkan bahaya buat kesehatan. Penggunaan pewangi ruangan yang mengandung senyawa kimia berbahaya kini makin banyak dijumpai.
Pakar Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (UNAIR) dr Arief Bakhtiar SpP(K) FAPSR menguraikan hasil penelitian yang menggunakan tikus sebagai objek.
Baca Juga: 5 Manfaat Personal Branding untuk Karir Kamu, Bukan Sekadar supaya Bisa Tampil Beda!
Hasilnya, paparan pewangi ruangan dalam jangka panjang dapat menyebabkan perubahan negatif pada jaringan saluran napas, khususnya pada selaput lendir.
“Paparan pewangi ruangan menghasilkan dampak negatif pada perubahan jaringan saluran napas, terutama pada selaput lendir.
"Dampak paparan pewangi ruangan cair pada perubahan histologi selaput lendir hidung lebih parah jika dibandingkan dengan paparan pewangi ruangan dalam bentuk gel,” katanya.
“Sementara itu, paparan pewangi ruangan gel memiliki dampak yang lebih buruk terhadap perubahan histologi jaringan paru jika dibandingkan dengan paparan pewangi ruangan cair,” imbuhnya.
Arief juga mengutip Multiple Chemical Sensitivity (MCS) tahun 2005 yang menyebutkan bahwa pengharum ruangan dapat bekerja melalui beberapa cara.
Termasuk melemahkan kemampuan saraf pembau, melapisi hidung dengan zat berminyak tak terdeteksi, menutupi bau dengan aroma lain, dan mengubah komposisi bau yang tidak menyenangkan.
Baca Juga: Fakta May Day atau Hari Buruh: Sejarah Jam Kerja Delapan Jam Sehari Alias 9 to 5
Alumnus FK UNAIR itu menjelaskan prinsip dasar dari pewangi ruangan adalah ketika
bahan kimia di dalamnya berinteraksi dengan saluran napas. Itu akan menimbulkan respons peradangan atau inflamasi.
“Prinsip dasar pewangi ruangan ketika berinteraksi dengan saluran napas, maka akan menimbulkan respons peradangan atau inflamasi yang jika berlangsung secara lama dan terus-menerus maka akan menimbulkan dampak yang tidak baik.
"Pajanan bahan kimia pada sistem pernapasan akan menyebabkan iritasi, peradangan, bronkokonstriksi, dan sensitisasi,” katanya.