PejuangKantoran.com - Di Indonesia, jam kerja yang normal umumnya 8 jam dalam sehari atau 40 jam dalam seminggu. Di negara lain, jam kerja karyawan bisa lebih panjang atau lebih pendek.
Mengapa ada negara yang menerapkan jam kerja lebih lama daripada negara lain?
Analisis terhadap perbedaan antarnegara berfokus pada budaya. Misalnya, orang Eropa yang menyukai waktu luang memiliki jam kerja yang lebih pendek dibandingkan orang Amerika yang puritan dan orang-orang Korea yang suka bekerja keras.
Baca Juga: Perusahaan Besar Wajibkan Bos-bosnya Bekerja 6 Hari Seminggu untuk Tanamkan Sense of Crisis
Para ekonom sering kali memikirkan pilihan untuk bekerja lebih lama atau lebih sebentar dalam kaitannya dengan efek “substitusi” dan “pendapatan” yang bersaing.
Faktor yang meningkatkan keinginan untuk bekerja (seperti pengurangan tarif pajak marjinal atau gaji yang lebih tinggi) menjadikan setiap jam kerja lebih menguntungkan, sehingga pekerja memilih untuk bekerja lebih lama.
Karena itu kalau kamu menghargai mengutamakan kesehatan mental, mungkin kamu perlu menghindari lima negara dengan jam kerja terpanjang di dunia ini:
1. Bhutan
Rata-rata jam per minggu: 54,4 jam
Bhutan menghadapi tantangan ketenagakerjaan dan lapangan kerja karena tingkat pengangguran kaum muda mencapai 29%, sedangkan pertumbuhan ekonomi rata-rata sekitar 1,7% selama lima tahun terakhir.
Terlebih lagi, daya tarik akan peluang yang lebih baik di luar negeri telah menyebabkan terjadinya brain drain, di mana Australia menjadi tujuan utama pekerja asing dari Bhutan.
Baca Juga: Agency Terkemuka Ogilvy Membuka Posisi Senior Content Strategist, yang Minat Buruan Ngelamar!
Sekitar 15.000 visa dikeluarkan untuk warga Bhutan dalam satu tahun, yang merupakan hampir 2% dari populasi Bhutan.
2. Uni Emirat Arab
Rata-rata jam per minggu: 50,9 jam
Peluang kerja di UEA telah meningkat dengan peningkatan lapangan kerja baru sebesar 8% dibandingkan dengan Q4 tahun 2023.
Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya permintaan akan real estate, digital, data, dan AI, di mana sektor real estate saja mengalami peningkatan sebesar 11% dalam kesempatan kerja.