5 Negara dengan Jam Kerja Terpanjang di Dunia (Untunglah, Indonesia Tidak Termasuk)

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Sabtu, 11 Mei 2024 | 14:35 WIB
Ilustrasi: Mengapa ada negara yang menerapkan jam kerja lebih panjang dibandingkan negara lain? (Freepik/Pressfoto)
Ilustrasi: Mengapa ada negara yang menerapkan jam kerja lebih panjang dibandingkan negara lain? (Freepik/Pressfoto)

Selain itu, prospek ekonomi UEA juga tetap menjanjikan karena proyeksi pertumbuhan PDB sebesar 4,2% pada tahun 2024 dan 5,2% pada tahun 2025.

3. Lesotho, Afrika
Rata-rata jam per minggu: 50,4 jam

Negara dengan jam kerja terpanjang di dunia berikutnya adalah Lesotho, di mana undang-undang ketenagakerjaan menetapkan masa percobaan maksimum empat bulan, setelah itu pekerjaan menjadi permanen.

Baca Juga: Kota Resor Di Jepang Memasang Penghalang untuk Mencegah Turis Asing Mengambil Foto Gunung Fuji

Dalam seminggu, jam kerja standar terdiri atas 45 jam yang tersebar dalam lima atau enam hari. Karyawan dengan jadwal kerja lima hari, bekerja 9 jam per hari.

Sedangkan karyawan dengan jadwal enam hari, bekerja 8 jam selama lima hari, dan 5 jam pada hari keenam. Kerja lembur dibatasi 11 jam setiap minggu, dengan tambahan sebesar 25% dari gaji pokok.

4. Kongo
Rata-rata jam per minggu: 48,6 jam

Congolese Labor Code (Kode Perburuhan Kongo) menentukan jam kerja maksimum adalah 45 jam dalam seminggu, dan 9 jam dalam sehari.

Peraturan ini berlaku untuk setiap lembaga publik atau swasta, termasuk yang ditujukan untuk pendidikan atau amal. Yang penting, tidak ada variasi hukum dalam batasan ini berdasarkan gender atau jenis pekerjaan.

Meskipun tidak ada larangan eksplisit mengenai wajib kerja lembur, Kongo mengamanatkan peningkatan kompensasi untuk kerja lembur, mulai dari kenaikan gaji sebesar 30% hingga 60% tergantung pada jam kerja dan hari kerja.

Baca Juga: Cocoklogi ala Prabowo: Begini Makna Angka 8 dan 13 dalam Hidupnya Sejak Muda

5. Qatar
Rata-rata jam per minggu: 48,0 jam

Siapa sangka, Qatar termasuk negara dengan jam kerja terpanjang di dunia? Budaya kerja yang berlebihan di Qatar Airways telah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan.

Setelah PHK, staf yang tersisa dibebani dengan jam terbang berlebihan yang membahayakan kesejahteraan mereka sendiri dan keselamatan penumpang.

Karena ketakutan akan pembalasan dan kehilangan pekerjaan, para karyawan ragu untuk menyuarakan keprihatinan mereka, meski mengalami kelelahan yang melemahkan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: The Economist, Insider Monkey

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X