Band asal Garut, Jawa Barat, yang beranggotakan Firda Marsya Kurnia (vokal), Widi Rahmawati (bass), dan Euis Siti Aisyah (drum) ini disebut menantang stereotip karena membawakan musik metal meskipun berhijab.
Mereka diperkenalkan dengan metal di awal masa remaja oleh seorang guru di Madrasah, Singajaya, Garut, yang mengajari mereka cara memainkan alat musik. Mereka lalu mendirikan band tahun 2014.
Marsya dan kawan-kawannya memulai dengan meng-cover lagu-lagu hits grup seperti Metallica, Rage Against the Machine, dan Slipknot untuk acara sekolah, sampai akhirnya menulis lagu mereka sendiri.
Baca Juga: Alasan Kelas Rawat Inap 1, 2, 3 BPJS Kesehatan Dihapus dan Digantikan Layanan KRIS
Salah satu single mereka, God, Allow Me (Please) To Play Music telah ditonton lebih dari 5 juta kali di YouTube.
Setelah satu dekade bersama, tahun lalu Voice of Baceprot merilis album pertamanya, Retas, kemudian keluar dari label rekamannya untuk menjadi independen.
“Kami ingin terus memberikan contoh, terutama bagi remaja putri, bahwa kami memiliki masa depan yang lebih cerah,” kata Marsya.
Mereka adalah band yang besar di tur konser, dan telah diundang untuk konser di berbagai negara di Eropa dan Amerika.
Bulan Juni nanti Voice of Baceprot akan menjadi musisi Indonesia pertama yang tampil di Glastonbury Festival, Inggris, dalam 54 tahun sejarahnya.