PejuangKantoran.com - Polemik Tapera belum usai. Di tengah munculnya banyak fakta baru tentang tabungan perumahan ini, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati akhirnya buka suara.
Perkara Tapera, Sri Mulyani menyebut bahwa pemerintah sudah banyak membantu masyarakat terutama yang berpenghasilan kecil untuk punya rumah. Bantuan ini bahkan sudah dilakukan jauh sebelum Tapera muncul.
"Bapertarum (Badan Pertimbangan Tabungan Perumahan) kan merupakan legacy dari dulu yang sudah memotong, kemudian dimasukkan di dalam Tapera, tapi APBN itu lebih dari Rp105 triliun sebetulnya sudah masuk di Tapera melalui FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan). "
Baca Juga: SBR013 Resmi Diterbitkan Mulai 10 Juni 2024, dengan Imbal Hasil SBR Tertinggi Sejak 2020!
"Itu adalah dana bergulir yang dipakai untuk masyarakat berpendapatan rendah mendapatkan rumah," katanya dalam rapat kerja dengan Komite IV DPD RI, Selasa (11/6).
Sri Mulyani mengatakan bahwa dia sempat memperkenalkan anggaran dana untuk perumahan rakyat secara bertahap, Misalnya anggaran melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk bantuan uang muka, untuk subsidi bunga, dan FLPP untuk likuiditas.
"Supaya bank seperti BTN (Bank Tabungan Negara) dan berbagai kombinasi perbankan yang lain bisa memberikan kredit murah kepada masyarakat berpendapatan rendah."
Bukan cuma itu, Sri Mulyani mengatakan bahwa sebenarnya APBN negara sudah dipakai untuk membantu sektor perumahan sejak 2015-2024. APBN senilai Rp228,9 triliun digunakan untuk membantu perumahan terutama untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Baca Juga: Cillian Murphy Bakal Kembali Lewat Peaky Blinders di Netflix
"2016 total APBN hadir Rp15,25 triliun, 2017 Rp18 triliun, 2019 Rp18,81 triliun untuk kombinasi tadi. (Pada) 2020 bahkan kita naikkan Rp24,19 triliun di tengah-tengah covid, 2021 naik lagi ke Rp28,95 triliun, 2022 naik lagi ke Rp34,15 triliun, 2023 Rp31,88 triliun, dan 2024 ini di dalam APBN ada Rp28,25 triliun," kata dia.
Meski demikian, dia berpendapat kalau tapera masih ada yang harus dibenahi. Misalnya dari segi harga rumah dan kriteria peserta.