Koster juga memastikan Menara Turyapada akan dirancang khusus, dengan koefisien ketahanan gempa tertinggi 1,0 G, umur struktur bangunan minimal 500 tahun, dan dibangun dengan sistem struktur ganda sehingga tahan terhadap guncangan beban angin dan gempa.
“Menara ini diprakarsai oleh tim dari Fakultas Teknik Universitas Udayana. Sedangkan pembangunannya dilakukan oleh PT Hutama Karya KSO PT Yodya Karya, peserta tender dari BUMN yang sudah berpengalaman dan lolos seleksi ketat,” papar Koster.
Koster meyakini bahwa restoran akan segera masuk sebagai salah satu tenant di Menara Turyapada, termasuk hotel, villa dan restoran. Pajak hotel dan restoran diharapkan akan masuk ke daerah.
Baca Juga: Koleksi Busana Diane von Furstenberg Dibuat dari Serat Ramah Lingkungan
“Provinsi akan membentuk unit pengelola menara ini, agar bisa dikelola secara profesional dan menjadi sumber PAD [pendapatan pajak] baru,” tambahnya.
Ada pun Kepala Dinas Komunikasi, Informasi, Statistik (Diskominfos) Provinsi Bali Gede Pramana mengatakan, pembangunan menara tersebut hampir selesai dan sudah dilakukan pengujian dan uji coba di seluruh lokasi.
“Sekarang 98 persen, tinggal jembatan kaca saja karena memerlukan ketelitian yang tinggi dengan ornamen Bali. Itu yang masih kami kerjakan dengan keras; ya, mudah-mudahan cuacanya tidak mengganggu,” katanya.
Gede Pramana mengatakan, dari sisi transmisi, semua menara juga berjalan sesuai rencana. Diperkirakan Menara Turyapada sudah bisa dibuka untuk wisatawan pada tanggal 4 Juli 2024.