news

Ternyata, Tas Dior Seharga Ratusan Juta Rupiah Itu Ongkos Produksinya Tak Sampai Rp1 Juta

Rabu, 3 Juli 2024 | 23:20 WIB
Small Lady Dior Bag dalam berbagai varian dijual dengan harga Rp110 juta di situs resmi Dior.com. (Dior.com)

Mereka menduga perusahaan tersebut mengizinkan dan mendorong eksploitasi tenaga kerja yang dilakukan oleh subkontraktor Tiongkok.

Putusan pengadilan setebal 34 halaman itu merinci kondisi kerja empat subkontraktor yang memproduksi tas Dior.

Baca Juga: Apa Itu Family Office yang Sedang Digodok oleh Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan?

Pabrik-pabrik ini sebagian besar mempekerjakan imigran gelap dari Tiongkok dan Filipina. Para pekerja diduga tinggal, tidur, dan makan di bengkel kerja mereka, dan bekerja dari fajar hingga setelah pukul 21.00, termasuk akhir pekan dan hari libur.

Pabrik beroperasi 24 jam sehari tanpa hari libur, dan perangkat keselamatan juga dilepas dari mesin untuk mempercepat produksinya.

Dengan jam kerja seperti itu, para pekerja mengatakan mereka dibayar setara dengan 2 – 3 dollar per jam.

Subkontraktor, yang berupaya menghemat biaya produksi, itulah yang menjual setiap tas Dior ke pihak perusahaan dengan harga tak lebih dari Rp1 juta.

Tas-tas ini kemudian dijual di toko Dior dengan harga puluhan hingga ratusan juta rupiah.

Pengadilan memutuskan Manufactures Dior bertanggung jawab karena tidak memverifikasi kondisi kerja sebenarnya atau kemampuan teknis pemasok, serta tidak melakukan audit rutin.

Baca Juga: Star Alliance dinobatkan sebagai Aliansi Maskapai Penerbangan Terbaik Dunia

Otoritas investigasi Italia telah memeriksa kondisi kerja subkontraktor di produsen barang mewah selama beberapa tahun.

Hal ini merupakan respons terhadap kekhawatiran bahwa perusahaan berbiaya rendah yang dioperasikan Tiongkok merusak industri kulit tradisional Italia, yang memproduksi sekitar 50% barang mewah dunia.

Halaman:

Tags

Terkini