Pada bulan Maret, perusahaan tersebut juga mengumumkan bahwa mereka akan memisahkan divisi es krimnya yang berbasis di Belanda untuk menyederhanakan operasinya. Divisi tersebut mengelola merek seperti Ben and Jerry's, Magnum, dan Cornetto.
Kebijakan mengenai pemotongan biaya, sekaligus penunjukan Schumacher sebagai CEO, sebagian didorong oleh tekanan dari Nelson Peltz, miliarder Amerika yang membeli saham perusahaan tersebut pada tahun 2022.
Baca Juga: Buat yang Jago Bahasa Korea, Ada Lowongan Jadi Staf Administrasi di Kedutaan Besar Korea di Jakarta
Juru bicara Unilever menguatkan dialog yang akan segera dilakukan dengan karyawan yang berpotensi terkena dampak restrukturisasi yang tertunda tersebut.
“Kami menyadari adanya kekhawatiran besar yang ditimbulkan oleh proposal ini di kalangan karyawan kami,” kata juru bicara tersebut.
“Kami berkomitmen untuk mendukung semua orang melalui perubahan ini, saat kami menjalani proses konsultasi.”
Tentunya semua berharap, rencana Unilever memberhentikan 3.200 karyawan tersebut berjalan dengan mulus.