"Universitas semakin bergantung pada agen perekrutan jarak jauh yang menjual 'paket' pendidikan tinggi Inggris kepada mahasiswa.
"Ada juga contoh mahasiswa yang diberi informasi yang salah tentang program studi mereka, sehingga mereka mengikuti program yang sebenarnya tidak mereka minati."
Baca Juga: Fix, Maroon 5 Akan Menggelar Konser di Jakarta pada 1 Februari 2025
Para profesor jelas merasa khawatir, bagaimana mahasiswa dengan keterampilan bahasa Inggris yang pas-pasan bisa diterima di universitas-universitas di Inggris.
Mereka pun mempertanyakan keaslian program dasar dan tes IELTS.
"Kami juga tidak tahu bagaimana para mahasiswa ini berhasil lulus kuliah meskipun sering gagal dalam penilaian awal dalam jumlah besar,” pungkas mereka.