Banyak Mahasiswa Internasional Sulit Menjalani Studi Master karena Bahasa Inggris yang Terbatas

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Selasa, 10 September 2024 | 22:36 WIB
Ilustrasi: Banyak mahasiswa internasional di Inggris yang bahkan tidak menguasai bahasa Inggris yang dasar. (Freepik)
Ilustrasi: Banyak mahasiswa internasional di Inggris yang bahkan tidak menguasai bahasa Inggris yang dasar. (Freepik)

PejuangKantoran.com - Karyawan dan mahasiswa internasional saat ini sedang gesit berburu beasiswa ke berbagai perguruan tinggi di luar negeri.

Impian untuk belajar dan hidup di negara yang lebih maju, mempelajari budaya dan bahasa yang baru, membuat mereka rela meninggalkan pekerjaan yang sudah mapan di tanah air.

Namun terkadang, kenyataan yang dihadapi tak seindah yang dipromosikan para influencer. Laporan terbaru yang diterbitkan dalam Higher Education Policy Institute menyebut bahwa pendidikan tinggi di Inggris menghadapi krisis kualitas.

Baca Juga: Bank Mandiri Buka Lowongan Kerja ODP Regional Business, Buruan Daftar!

Laporan tersebut memaparkan bagaimana banyak universitas di Inggris memiliki proporsi mahasiswa internasional yang signifikan, yang tidak memenuhi persyaratan dasar keterampilan bahasa Inggris.

Para mahasiswa tersebut tidak memiliki pengetahuan bahasa Inggris yang diperlukan untuk memperoleh gelar, tetapi mereka tetap memperolehnya.

Situasi antara universitas dan mata kuliah tidak merata, dan masalah ini paling parah terjadi pada program Master, tambah laporan tersebut.

Dua profesor di lembaga Russell Group yang tak disebutkan namanya mencatat,

"Pada program Magister di departemen kami, hanya sejumlah kecil mahasiswa yang biasanya memiliki keterampilan bahasa Inggris yang diperlukan untuk terlibat dalam diskusi seminar yang bermakna.

“Selain itu, ada peningkatan jumlah mahasiswa yang tidak terlibat sama sekali dalam proses pembelajaran. Kami berdua secara teratur menemukan mahasiswa yang tidak dapat memahami pertanyaan sederhana seperti, 'Apa yang telah Anda baca tentang topik ini?'"

Baca Juga: Konser Maroon 5 di Jakarta pada 1 Februari 2025: Tiket Dijual Mulai 24 September

Para professor mengamati, banyak mahasiswa di kelas setingkat Master menggunakan aplikasi penerjemahan untuk menyediakan penerjemahan langsung dari konten lisan apa pun. Tugas kelompok pun biasanya dilakukan menggunakan aplikasi penerjemahan.

Ketika profesor melontarkan pertanyaan terbuka kepada seluruh kelas, hal itu sering kali ditanggapi dengan keheningan. Tidak heran para pengajar tersebut mengatakan bahwa pendidikan tinggi di Inggris mengalami kemerosotan.

Kemerosotan pendidikan disebut akibat kurangnya dana pendidikan jangka panjang, sistem yang dipasarkan, dan kepemimpinan universitas yang lebih mementingkan perolehan surplus keuangan daripada yang lain sebagai penyebab utamanya.

Pendapatan dari mengajar mahasiswa lokal terlalu rendah, dan oleh karena itu penerimaan ditawarkan kepada mahasiswa internasional yang membayar biaya tinggi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: NDTV

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X