PejuangKantoran.com - Karyawan dan mahasiswa internasional saat ini sedang gesit berburu beasiswa ke berbagai perguruan tinggi di luar negeri.
Impian untuk belajar dan hidup di negara yang lebih maju, mempelajari budaya dan bahasa yang baru, membuat mereka rela meninggalkan pekerjaan yang sudah mapan di tanah air.
Namun terkadang, kenyataan yang dihadapi tak seindah yang dipromosikan para influencer. Laporan terbaru yang diterbitkan dalam Higher Education Policy Institute menyebut bahwa pendidikan tinggi di Inggris menghadapi krisis kualitas.
Baca Juga: Bank Mandiri Buka Lowongan Kerja ODP Regional Business, Buruan Daftar!
Laporan tersebut memaparkan bagaimana banyak universitas di Inggris memiliki proporsi mahasiswa internasional yang signifikan, yang tidak memenuhi persyaratan dasar keterampilan bahasa Inggris.
Para mahasiswa tersebut tidak memiliki pengetahuan bahasa Inggris yang diperlukan untuk memperoleh gelar, tetapi mereka tetap memperolehnya.
Situasi antara universitas dan mata kuliah tidak merata, dan masalah ini paling parah terjadi pada program Master, tambah laporan tersebut.
Dua profesor di lembaga Russell Group yang tak disebutkan namanya mencatat,
"Pada program Magister di departemen kami, hanya sejumlah kecil mahasiswa yang biasanya memiliki keterampilan bahasa Inggris yang diperlukan untuk terlibat dalam diskusi seminar yang bermakna.
“Selain itu, ada peningkatan jumlah mahasiswa yang tidak terlibat sama sekali dalam proses pembelajaran. Kami berdua secara teratur menemukan mahasiswa yang tidak dapat memahami pertanyaan sederhana seperti, 'Apa yang telah Anda baca tentang topik ini?'"
Baca Juga: Konser Maroon 5 di Jakarta pada 1 Februari 2025: Tiket Dijual Mulai 24 September
Para professor mengamati, banyak mahasiswa di kelas setingkat Master menggunakan aplikasi penerjemahan untuk menyediakan penerjemahan langsung dari konten lisan apa pun. Tugas kelompok pun biasanya dilakukan menggunakan aplikasi penerjemahan.
Ketika profesor melontarkan pertanyaan terbuka kepada seluruh kelas, hal itu sering kali ditanggapi dengan keheningan. Tidak heran para pengajar tersebut mengatakan bahwa pendidikan tinggi di Inggris mengalami kemerosotan.
Kemerosotan pendidikan disebut akibat kurangnya dana pendidikan jangka panjang, sistem yang dipasarkan, dan kepemimpinan universitas yang lebih mementingkan perolehan surplus keuangan daripada yang lain sebagai penyebab utamanya.
Pendapatan dari mengajar mahasiswa lokal terlalu rendah, dan oleh karena itu penerimaan ditawarkan kepada mahasiswa internasional yang membayar biaya tinggi.
Artikel Terkait
Lowongan Kerja di Louis Vuitton sebagai Client Development Executive
Siapa Loïc Marc Rossier, Wakil Komandan Garda Swiss yang Jadi Pengawal Pribadi Paus Fransiskus?
4 Nama Kandidat Kuat Menteri Kabinet Prabowo-Gibran Alumni SMA Taruna Nusantara
Prihatin Banyak Grup Berhenti Siniar, Trio Podcast Ancur Gelar Kompetisi Podcast Hunt 2024
Fanny Soegi Curhat Soal Royalti Lagu Soegi Bornean Sampai Pinjam Duit Untuk Bayar Sekolah Si Buah Hati
Ini Bisa Menjadi Solusi Masalah Royalti Fanny Soegi vs Soegi Bornean
Ini Daftar Detak Jantung Maksimal Saat Olah Raga Yang Harus Kamu Ketahui Supaya Tetap Sehat dan Bugar