news

Ibunda Dr. Aulia Risma Ungkap Putrinya Sampai Jatuh ke Selokan karena Kelelahan

Kamis, 19 September 2024 | 20:01 WIB
Ibunda dr Aulia Risma Lestari mengaku putrinya mengeluh soal jam kerja yang berlebihan. (Tangkap layar YouTube TV One)

PejuangKantoran.com - Sebelum ditemukan tewas dengan dugaan bunuh diri di kamar kosnya di Lempangsari, Gajahmungkur, Semarang, Senin (12/8/2024) lalu, dr. Aulia Risma Lestari rupanya sudah sering curhat pada ibundanya, Nuzmatun Malinah.

Menurut sang ibu, putrinya yang juga mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis atau PPDS Anestesi Universitas Diponegoro (Undip) itu kerap dibentak dan dipaksa bekerja tanpa henti hingga kelelahan di RSUP Dr Kariadi.

Hal itu diungkapkan Malinah saat konferensi pers di Hotel PO, Semarang, Rabu (18/9/2024). Ia menambahkan terjadinya insiden kecelakaan tunggal di mana dr. Aulia terjatuh ke selokan.

Baca Juga: Rupiah Menguat Di Kamis 19 September 2024 Ini Karena Apa?

"Tanggal 25 Agustus 2022, karena saking ngantuknya dia jatuh ke selokan, sampai dia sadar sendiri," ujar Malinah.

"Malam-malam dini hari sampai dia bangun sendiri, apa yang terjadi, sakitnya seperti apa," tambahnya.

Malinah lantas menyoroti dua insiden yang menimpa dr. Aulia Risma Lestari yaitu:

Singgung Ketua Prodi

Malinah membeberkan, akibat jatuh ke selokan itu, kaki dan punggung dr. Aulia harus dioperasi dua kali pada tahun 2023 dan 2024.

Sejak awal anaknya masuk PPDS Anestesi Universitas Diponegoro pada tahun 2022, mahasiswa PPDS diwajibkan tuntas menyiapkan ruang operasi pada pukul 03.00.

Baca Juga: Boga Group Buka Lowongan Kerja Sebagai Promosi dan Public Relations

"Jam tiga dini hari harus sudah di ruangan. Semua peralatan sudah siap, kadang (pukul) 01.30 malam, rutinitasnya seperti itu. Sampai akhirnya dia pulang dari rumah sakit itu jatuh," terangnya.

Menyikapi apa yang dialami anaknya, Malinah mengungkapkan bahwa saat itu ia mendatangi Kaprodi agar putrinya tidak ditugaskan di RS secara berlebihan sampai kelelahan.

"Dijawab (Kaprodi), 'Itu adalah penguatan mental dalam menghadapi berbagai pasien'. Saya sampaikan, apakah enggak ada cara lain?" ujarnya.

"Beberapa kali saya menghadap, tapi perlakuannya masih tetap seperti itu," tambah Malinah.

Halaman:

Tags

Terkini