news

Qantas Airways Minta Maaf Setelah Memutar Film “Panas” tanpa Sengaja dalam Penerbangannya

Selasa, 8 Oktober 2024 | 22:14 WIB
Maskapai Australia Qantas Airways terpaksa meminta maaf karena tanpa sengaja menayangkan film panas di semua layar pada seat penumpang. (Pixels/@paskalborener)

PejuangKantoran.com - Dalam penerbangan jarak jauh, penumpang biasanya mendapatkan hiburan berupa tontonan film, musik, atau game.

Namun penumpang dalam penerbangan dari Sydney ke Tokyo malah shock ketika secara tidak sengaja dipertontonkan film dengan rating R (Restricted).

Insiden tersebut terjadi pada penerbangan Qantas QF59 tanggal 5 Oktober 2024, karena masalah teknis pada sistem hiburan dalam pesawat.

Baca Juga: Siapa Mau Jadi Volunteer FFI 2024? Buruaaan... Pendaftaran Ditutup 9 Oktober 2024!

“Setelah menunda selama satu jam, pilot memutuskan untuk tetap lepas landas, tetapi satu-satunya pilihan yang tersisa adalah kru memutar film yang sama di setiap layar.

“… Dan, tidak mungkin untuk menjeda, meredupkan, atau mematikannya,” ungkap salah satu penumpang yang membagikan pengalamannya melalui Reddit.

Yang paling mencengangkan, film yang dipilih adalah Daddio (2023), yang menurut mereka sangat tidak pantas ditonton untuk khalayak luas.

Repotnya, bahkan tanpa suara, film itu tetap tidak layak ditayangkan untuk keluarga dan anak-anak.

"Film itu menampilkan graphic nudity dan banyak pesan bernada seksual –jenis film yang memungkinkan Anda benar-benar membaca teks di layar tanpa perlu menggunakan headphone," tulis mereka.

Parahnya, awak kabin butuh hampir satu jam agar layar dialihkan ke film ramah anak, dan bahwa insiden itu membuat keluarga yang membawa anak-anak sangat tidak nyaman.

Baca Juga: Syuting My Annoying Brother: Ingin Bangun Chemistry, Kristo Immanuel Dibikin Kesal Vino G. Bastian

Daddio, yang dibintangi Dakota Johnson, mengisahkan seorang wanita yang kembali ke Manhattan setelah melakukan perjalanan.

Ia kemudian menumpang taksi dan ngobrol dengan sopir taksinya (diperankan Sean Penn) tentang berbagai topik, seperti seks dan hubungan.

Menurut MPAA, film tersebut diberi peringkat R karena bahasa yang digunakan secara keseluruhan, materi seksual, dan graphic nudity secara singkat.

Qantas pun meminta maaf atas kesalahan tersebut, dan menyatakan bahwa film tersebut dipilih berdasarkan permintaan dari beberapa penumpang.

Halaman:

Tags

Terkini