news

Penulis Korea Han Kang Raih Nobel Sastra, Prosa Puitisnya Intens Mengungkap Kerapuhan Manusia

Sabtu, 12 Oktober 2024 | 15:11 WIB
Peraih Nobel Sastra asal Korea, Han Kang, dipuji atas prosa puitisnya yang intens dalam mengungkap kerapuhan kehidupan manusia. (PejuangKantoran.com/Instagram @circulodepoesia)

Olsen menambahkan bahwa Kang memiliki kesadaran unik tentang hubungan antara tubuh dan jiwa, yang hidup dan yang mati.

Karya Kang dipuji oleh Komite Nobel atas prosa puitisnya yang intens, yang menghadapi trauma historis dan mengungkap kerapuhan hidup manusia.

Bacaan V BTS saat wamil

Baca Juga: Siapa Menteri BUMN Pilihan Prabowo? Ini Pengakuan Jujur Politisi PDIP!

Hang Kang juga telah menjadi inspirasi kreatif bagi generasi muda, termasuk tokoh-tokoh terkemuka di K-pop dan bidang lainnya. Tak heran berita tentang kemenangan Kang memicu banjir ucapan selamat dari dunia hiburan Korea.

V BTS menggunakan media sosialnya untuk mengatakan, "Selamat, saya membaca 'Human Acts' saat bertugas di militer”.

Hal yang sama dilakukan leader BTS, RM, yang ikut membagikan unggahan untuk 46,7 juta pengikutnya di Instagram.

"Saya terus membaca karya-karya Han Kang, seperti 'The Vegetarian' dan 'Human Acts,' dan saya mengagumi wawasannya yang mendalam tentang zaman dan kemanusiaan," tambah penyanyi Hynn.

Penyanyi bernama asli Park Hye-won itu memilih nama panggungnya setelah membaca novel Han "The White Book". Dalam bahasa Korea, Hynn berarti putih.

Dalam postingannya, Hynn membagikan kalimat dalam novel Han Kang yang menjadi favoritnya: "Bahkan jika aku ternoda, aku hanya akan memberikan benda-benda putih."

Baca Juga: 7 Langkah Wajib Yang Bisa Membuat Presentasimu Sukses dan Impactful

Hynn bilang, kalimat itu memperkuat tekadnya untuk tetap tulus dalam bermusik, apa pun tantangannya.

Novel keenam

Han Kang lahir di kota Gwangju, Korea Selatan, dan pindah ke ibu kota Seoul saat kanak-kanak. Putri novelis Han Seung-won itu belajar Sastra Korea di sebuah universitas di kota tersebut.

Karya pertamanya yang diterbitkan adalah lima puisi pada tahun 1993, dan dia memulai debutnya dengan sebuah cerita pendek tahun berikutnya.

Halaman:

Tags

Terkini