PejuangKantoran.com - Forbes kembali merilis daftar Asia’s Power Business Woman 2024. Di antara 20 pebisnis perempuan asal Asia Pasifik yang berada di dalamnya, ada dua nama dari Indonesia. Mereka adalah Shania Manoj Punjabi dan Feny Djoko Susanto.
Bersama dengan orang-orang lain di dalam daftar, mereka dianggap mewakili generasi baru pebisnis perempuan dengan strategi yang berani dan siap menghadapi kesulitan apa pun secara langsung.
Mereka semua dipilih oleh Forbes karena dianggap memiliki prestasi dan keberhasilan yang telah terbukti sebagai pemimpin di dunia bisnis.
Baca Juga: Baru Buka 500 Outlet, Kini Wendy’s Menutup 140 Tokonya yang Berkinerja Buruk
Profil Shania Manoj Punjabi
Menurut Forbes, perempuan 50 tahun ini merupakan Presiden Komisaris MD Entertainment, perusahaan studio film terbesar di Indonesia berdasarkan kapitalisasi pasar, yang mencapai 30,3 triliun rupiah ($1,9 miliar) pada pertengahan Oktober 2024.
Ia diketahui mendirikan perusahaan ini pada 2002 bersama suaminya, miliarder Manoj Punjabi, serta kedua orangtuanya, Dhamoo dan Sunita.
Selain di bidang hiburan, Shania juga berfokus pada bidang keuangan dan terlibat dalam perusahaan afiliasi dan anak perusahaan MD Entertainment. Bahkan, ia menjadi presiden komisaris pada 2021.
Sebelum bergabung dengan MD, pemilik gelar sarjana ekonomi, jurusan pemasaran dan manajemen strategis dari Wharton School, Universitas Pennsylvania, ini merupakan seorang mitra di A.T. Kearney Management Consultants di Jakarta.
Baca Juga: Mengapa Pria dengan Celana Sweater Abu-abu Bisa Membuat Hati Berdebar?
Profil Feny Djoko Susanto
Siapa yang tidak tahu Alfamart? Ternyata Feny adalah Presiden Komisaris dari Sumber Alfaria Trijaya, perusahaan pemilik Alfamart.
Di usia 47 tahun, Feny sudah menjabat sebagai presiden komisaris lebih dari satu dekade yang lalu. Ia tercatat telah memegang peran penting dalam pertumbuhan perusahaan, seperti mengawasi pencatatan sahamnya di bursa saham pada 2009.
Ia bahkan mengelola ekspansi ke Filipina pada 2014 melalui sebuah perusahaan patungan dengan raksasa ritel lokal SM Investments, yang menghasilkan lebih dari 1.600 gerai Alfamart di Filipina saat ini.