news

Legitnya Mangga Alpukat Desa Botolinggo Kini Merambah Jakarta berkat Kemitraan dengan BRI

Minggu, 24 November 2024 | 10:22 WIB
Abu Sufyan, petani mangga alpukat dari Desa Botolinogo, Bondowoso, sukses memasarkan komoditas unggulannya berkat kemitraan dengan BRI. (BRI)

Pendapatan bersihnya yang mencapai puluhan juta rupiah per bulan membuat Sufyan mampu memperbaiki taraf hidup keluarganya.

Hasil penjualan usaha mangga alpukat ini digunakan untuk biaya pendidikan anak, membiayai kebutuhan keluarga, bahkan membeli tanah.

Baca Juga: BRI Salurkan Beasiswa dan Layanan Kesehatan pada Siswa Penyandang Disabilitas di YPAC

Total luas lahan yang dikelolanya kini mencapai hampir 5 hektar, dan ia mempekerjakan sekitar 10 pekerja lokal.

Para pekerja tersebut membantu melakukan pemeliharaan, pemetikan, hingga pengemasan buah mangga sebelum siap dipasarkan.

Kolaborasi yang mengubah kehidupan

Keberhasilan Abu Sufyan merupakan bukti nyata peran kemitraan berkelanjutan dan dukungan teknologi dalam meningkatkan kesejahteraan petani lokal serta menciptakan lapangan pekerjaan di daerah.

Dukungan BRI tidak hanya mencakup pembiayaan, tetapi juga edukasi dan teknologi yang memberdayakan petani untuk mengelola bisnisnya dengan lebih profesional dan efisien.

“Abu Sufyan adalah contoh nyata bagaimana inovasi, teknologi, dan kolaborasi dapat mengubah kehidupan," ujar Senior Executive Vice President Ultra Mikro BRI M. Candra Utama.

Baca Juga: Setelah Menyalurkan KUR Rp158,60 T, BRI Usul Skema Penyaluran KUR Lebih Inklusif dan Naik Kelas

"Melalui kemitraan dengan BRI, kami ingin melihat lebih banyak petani yang bukan hanya tumbuh, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak ekonomi di wilayahnya, serta membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar.

"Dengan pendekatan pendampingan yang tepat, kami percaya usaha seperti yang dijalankan Abu Sufyan tidak hanya akan bertahan, tetapi juga berkembang lebih besar, membawa manfaat bagi keluarga dan masyarakat,” imbuhnya.

Halaman:

Tags

Terkini