PejuangKantoran.com - Meskipun ekonominya berkembang, Lituania saat ini menghadapi kekurangan tenaga kerja yang meningkat.
Sementara banyak negara bergulat dengan tingkat pengangguran yang tinggi, negara Baltik ini justru berjuang untuk menemukan cukup tenaga kerja dalam memenuhi permintaan.
Apalagi pada 2024 negara itu mencapai batas perekrutan pekerja dari luar UE (Uni Eropa) dan EEA (Wilayah Ekonomi Eropa) sehingga menimbulkan kekhawatiran tentang pasar tenaga kerja untuk 2025.
Baca Juga: Ternyata Ini Biang Kerok Mengantuk Tiap Pukul 15.00, Coba Lakukan Ini supaya Bugar Lagi!
Apa yang terjadi?
Meskipun ekonomi tumbuh, sistem kuota negara yang mendatangkan pekerja dari luar UE dan EEA telah membuat banyak bisnis berjuang dalam mendapatkan pekerja untuk mengisi posisi penting.
Saat ini, Lituania tengah menghadapi permintaan tenaga kerja terampil yang tertinggi sepanjang masa.
Menurut Beasiswa DAAD, ini karena pemerintah telah menerapkan sistem kuota untuk mengatur perekrutan warga negara negara ketiga dan membatasi jumlah pekerja asing yang dapat dibawa.
Dengan kuota di 2024 terisi dengan cepat, maka ini membuat banyak bisnis tidak bisa mendapatkan pekerja untuk mengisi posisi penting.
Akibatnya, industri di seluruh negeri menghadapi kesulitan yang semakin meningkat dalam mempertahankan operasi dan ekspansi bisnis.
3 sektor yang paling terdampak
Menurut laporan, sektor manufaktur, konstruksi, dan transportasi sangat terpengaruh oleh kekurangan tenaga kerja.
Ini karena perusahaan di industri ini sangat bergantung pada pekerja asing untuk memenuhi kebutuhan staf mereka.
Kuota yang habis telah menghambat kemampuan mereka untuk tumbuh dan menyelesaikan proyek-proyek utama sehingga menciptakan kesenjangan yang signifikan dalam tenaga kerja.