news

BRI Bagikan Dividen Interim Rp20,33 Triliun, Tunjukkan Komitmen pada Pemegang Saham dan Negara

Rabu, 15 Januari 2025 | 14:24 WIB
BRI Bagikan Dividen Interim Rp20,33 Triliun, Perkuat Posisi Negara dan Pemegang Saham (Dok. BRI )

PejuangKantoran.com - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BRI) kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham dengan melakukan pembayaran dividen interim sebesar Rp135 per lembar saham, yang totalnya mencapai Rp20,33 triliun pada Rabu, 15 Januari 2025.

Direktur Utama BRI, Sunarso, menjelaskan bahwa keputusan ini merupakan bukti nyata dedikasi perusahaan dalam memberikan keuntungan yang berkelanjutan bagi pemegang saham, serta cerminan keyakinan BRI terhadap kekuatan fundamental bisnis dan prospek pertumbuhannya yang positif.

Sunarso menekankan bahwa pembagian dividen ini adalah bagian dari komitmen BRI untuk memberikan keuntungan nyata, terutama bagi negara sebagai pemegang saham mayoritas.

Dalam struktur kepemilikan saham BRI, negara menguasai 53,19% saham, setara dengan 80,61 miliar lembar saham, sementara publik memiliki 46,81% atau sekitar 70,95 miliar lembar saham. Dengan pembagian dividen interim sebesar Rp20,33 triliun, negara menerima Rp10,88 triliun, sementara pemegang saham publik mendapatkan Rp9,45 triliun.

Baca Juga: 10 Kontribusi BRI yang Menggerakkan Ekonomi Kerakyatan dan Inklusi Keuangan di 2024

Pembayaran dividen ini tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi negara sebagai pemegang saham mayoritas, tetapi juga bagi masyarakat umum yang menjadi pemegang saham ritel.

Berdasarkan data per Desember 2024, jumlah pemegang saham BBRI tercatat sebanyak 653.251 orang, menjadikan BRI sebagai perusahaan dengan jumlah pemegang saham terbanyak di Bursa Efek Indonesia. Dengan jumlah pemegang saham yang terus meningkat, manfaat keuntungan BRI akan semakin dirasakan oleh masyarakat Indonesia dan negara.

Sunarso juga menambahkan bahwa pembagian dividen interim ini mencerminkan keberhasilan BRI dalam mempertahankan kinerja keuangan yang baik, didukung oleh modal yang kuat dan likuiditas yang memadai.

BRI mencatatkan rasio kecukupan modal (CAR) sebesar 26,76% pada September 2024 dan Loan Deposit Ratio (LDR) yang terjaga di level 89,18%. "Dengan likuiditas yang memadai dan permodalan yang kuat, BRI masih memiliki ruang yang cukup untuk tumbuh lebih baik," tambahnya.

Baca Juga: Fenomena Quiet Vacationing: Tren Baru Cuti Diam-diam Dunia Kerja Semakin Populer di Kalangan Pekerja Muda

Langkah BRI ini juga menjadi sinyal positif bagi pasar modal Indonesia dan menunjukkan konsistensi perusahaan dalam menjalankan transformasi bisnis, tidak hanya untuk menjaga kinerja tetapi juga untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan.

Dengan fundamental yang kuat, BRI optimis dapat terus berkontribusi dalam pembangunan ekonomi nasional.

Tags

Terkini