PejuangKantoran.com - Bagaimana kira-kira wajah seseorang yang kelak akan mencapai kesuksesan? Misalnya ketika kita melakukan rekrutmen, bisakah kita memprediksi apakah kandidat akan sukses hanya dari wajahnya?
Sebuah studi terbaru yang dilakukan peneliti dari empat universitas Ivy League mengungkapkan bahwa kecerdasan buatan (AI) dapat memprediksi kesuksesan karir seseorang hanya dengan menganalisis foto wajah mereka.
Para peneliti dari Universitas Yale, Universitas Pennsylvania, Universitas Reichman, dan Universitas Indiana, menggunakan kombinasi visi komputer dan teknologi pemrosesan bahasa alami (NLP) AI untuk menentukan bagaimana sifat kepribadian berperan dalam karir dan hasil pendidikan.
Baca Juga: Momen Mayor Teddy Nyanyi 'Kuch-Kuch Hota Hai' bersama Menlu Sugiono di Istana Presiden India
Penelitian berjudul AI Personality Extraction from Faces: Labor Market Implications yang diterbitkan di jurnal SSRN (2025) ini melibatkan analisis foto wajah 96.000 lulusan MBA menggunakan model AI.
Tujuannya untuk menarik kesimpulan adanya lima ciri kepribadian utama, yang dikenal sebagai "Big Five", yaitu: keterbukaan, kesadaran, ekstroversi, keramahan, dan neurotisisme.
Hasilnya menunjukkan bahwa ciri-ciri kepribadian yang disimpulkan dari foto ini dapat memprediksi berbagai aspek kesuksesan karir, seperti peringkat sekolah, kompensasi, posisi pekerjaan, pilihan industri, dan kemajuan karir.
"Saya pikir kepribadian mempengaruhi hasil karir, dan sejauh mana kita dapat menyimpulkan kepribadian, kita dapat memprediksi hasil karir mereka," kata Kelly Shue, salah satu penulis studi dan profesor keuangan Yale School of Management (SOM).
Studi ini menemukan bahwa kepribadian yang disimpulkan dari foto wajah memiliki korelasi yang lemah dengan ukuran kognitif tradisional seperti nilai rata-rata (GPA) dan skor tes standar.
Namun, kepribadian yang disimpulkan tersebut memberikan kekuatan prediktif tambahan yang signifikan untuk hasil pasar tenaga kerja.
Baca Juga: Emilia Perez dan Pengukir Sejarah dalam Daftar Nominasi Academy Awards Ke-97
Misalnya, perbedaan kompensasi antara individu dalam pengelompokan teratas versus terbawah dari ciri kepribadian "Big Five" yang diinginkan lebih besar daripada kesenjangan kompensasi yang diamati antara lulusan kulit hitam dan putih untuk pria, dan sekitar 65% dari kesenjangan kompensasi kulit hitam-putih untuk wanita.
Meskipun temuan ini menunjukkan potensi penggunaan AI dalam menilai kepribadian dan memprediksi kesuksesan karir, ada kekhawatiran moral yang perlu dipertimbangkan.
Penggunaan teknologi ini dalam proses perekrutan dapat menimbulkan diskriminasi statistik dan mengancam otonomi individu. Karena itu, Shue mengungkapkan perlunya menyeimbangkan manfaat potensial dengan pertimbangan etis dan privasi.
“Perusahaan pasti mencoba mempekerjakan pekerja terbaik. Sekarang selain menyaring hal-hal standar, seperti tempat Anda bersekolah, gelar apa yang dimiliki, serta pengalaman kerja, mereka akan menyaring berdasarkan kepribadian Anda.