Perlu diketahui, ada satu risiko paling besar yang harus diketahui karyawan saat menggunakan AI tidak resmi untuk membantu bekerja, yaitu cara kerja sistem AI.
Sistem tersebut dapat menyimpan petunjuk yang diunggah untuk digunakan sebagai data pelatihan dalam meningkatkan performa AI.
Itu artinya, informasi yang pernah diunggah dapat bocor di kemudian hari. Misalnya saat pengguna lain menanyakan pertanyaan atau melalui celah keamanan yang tidak terduga.
Risiko DeepSeek yang baru terungkap dari sebuah laporan menunjukkan bahwa sistem tersebut secara eksplisit mengirimkan data ke server Cina.
Baca Juga: Valentine di Akhir Pekan, Jepang Jadi Pilihan Tren Liburan Romantis
Jika ada karyawan yang mengunggah informasi sensitif ke perusahaan AI tidak resmi untuk membantu pekerjaannya, hal tersebut tentu saja mengkhawatirkan.
Namun, solusinya bukan justru melarang penggunaan AI di tempat kerja. Jika para pekerja merasa perlu menggunakan AI untuk mempercepat proses kerja, berikan alat yang tepat untuk mereka melakukan pekerjaannya.
Jika perusahaan tidak memiliki pedoman atau kebijakan penggunaan AI, mungkin sudah saatnya untuk mulai membuatnya sebelum masalah terjadi. (Elga Windasari)