PejuangKantoran.com - Stres, kelelahan, dan kecemasan di tempat kerja, membuat banyak orang mulai menggunakan AI untuk membantu menyelesaikan pekerjaannya, meskipun tanpa izin.
Ini dilakukan untuk menghemat waktu yang berharga dengan mempercepat tugas-tugas yang membosankan.
Bahkan, ada karyawan yang nekat menggunakan AI tanpa izin karena menurutnya lebih mudah mendapatkan maaf daripada izin.
Baca Juga: 5 Dampak Efisiensi Anggaran Kebijakan Prabowo, ASN Hanya WFO 3 Hari dan Perlintasan KA Tak Dijaga
Namun, ada satu hal yang dilupakan karyawan: Risiko DeepSeek, platform pencarian AI buatan Cina, dapat menjadi ancaman bagi perusahaan karena informasi sensitif dapat bocor tanpa sepengetahuan.
Jadi, mungkin sudah saatnya perusahaan memperhatikan penggunaan AI di tempat kerja.
Alasan karyawan melakukannya
Menurut sebuah survei dari perusahaan analitik bisnis multinasional yang berbasis di Jerman, Software AG, setengah dari seluruh “knowledge worker” yang disurvei mengenai penggunaan AI di tempat kerja.
Maksudnya “knowledge worker” atau pekerja intelektual adalah mereka yang bekerja di depan meja atau komputer dan tidak hanya berlaku bagi orang yang bekerja di bidang TI.
Beberapa alasan yang diberikan adalah atasan mereka tidak menawarkan sistem AI untuk penggunaan resmi dan yang lain lebih memilih menggunakan alat pilihan mereka sendiri.
Baca Juga: Manajer Risiko, Salah Satu Profesi dengan Gaji Terbesar di Indonesia hingga Rp150 Juta! Berminat?
Seorang pekerja di sebuah perusahaan penyimpanan data mengatakan, larangan penggunaan AI eksternal hanya masalah kontrol dan perusahaan ingin bersikap konservatif.
Sementara itu, survei lain dari platform pembelajaran Australia, Moodle, menunjukkan bahwa sekitar 52% karyawan Amerika menggunakan alat bantu AI untuk menyelesaikan pelatihan kerja wajib.
Menurut CEO Moodle, Scott Anderberg, tingkat kelelahan yang tinggi dan program pelatihan yang sulit diselesaikan, tidak membantu dan justru malah memperburuk keadaan. Itulah sebabnya mereka lebih memilih menggunakan AI.
Ketahui risiko dan solusinya
Artikel Terkait
Jadwal Libur dan Cuti Bersama Lebaran 2025, Manfaatkan Cuti Tahunan agar Bisa Libur Lebih Lama
Hari Valentine Kini Beralih ke Tema 'Self-Love', Ini 4 Syarat Jika Ingin Merayakan Hari Valentine di Kantor!
2025, Lufthansa Bakal Buka Lowongan untuk 10.000 Karyawan
17 Ide Untuk Memberikan Pengakuan Rekan Kerja atau Peer Recognition yang Bisa Kamu Terapkan di Kantor
Meski Belum Menikah, Sekarang Kamu Bisa Bikin KK Terpisah dari Keluarga. Ini Caranya!
Pameran Kongsi: Jejak Sejarah Perjalanan Masyarakat Tionghoa di Nusantara
Pemerintah Apresiasi Keberpihakan BRI dalam Mendorong UMKM Naik Kelas dan Go Global