Pejuangkantoran.com – Keterbatasan akses terhadap permodalan adalah salah satu kendala untuk bisa berkembangnya UMKM. Kendala ini disebabkan karena UMKM memiliki keterbatasan agunan, kurangnya kelengkapan administrasi, atau minimnya informasi tentang layanan keuangan.
Oleh karena itu, program Kredit Untuk Rakya (KUR) dan berbagai insentif lainnya, dirancang untuk menjembatani kesenjangan ini. KUR adalah program pembiayaan yang diperkenalkan oleh pemerintah Indonesia pada tahun 2007.
KUR ditujukan untuk memberikan akses kredit dengan suku bunga rendah kepada UMKM dan koperasi yang layak, tetapi belum terlayani oleh lembaga keuangan formal.
Dalam skema KUR, pemerintah memberikan subsidi bunga kepada lembaga keuangan penyalur KUR. Dengan begitu pelaku usaha hanya perlu membayar bunga yang sangat rendah, yaitu sekitar 6% per tahun menurut sumber di laman djpb.kemenkeu.go.id (0912/2024).
Keunggulan KUR terletak pada kemudahan akses dan fleksibilitasnya. Plafon KUR terbagi menjadi tiga jenis:
- KUR Mikro, dengan plafon hingga Rp10 juta tanpa agunan tambahan.
- KUR Kecil, dengan plafon Rp10 juta hingga Rp500 juta, untuk usaha yang sudah berkembang.
- KUR Khusus, untuk komoditas perkebunan rakyat, peternakan rakyat, perikanan rakyat, industri usaha mikro, kecil, dan menengah atau komoditas sektor produktif lain.
Dengan skema ini, pelaku UMKM dapat menggunakan dana yang diperoleh untuk berbagai keperluan, seperti membeli bahan baku, memperluas usaha, atau meningkatkan kualitas produk.
Baca Juga: 13.000 Warga Khususnya Lansia Mendapat Pemeriksaan Kesehatan Gratis di 52 Unit Kerja BRI
Komitmen BRI Terhadap UMKM dan KUR
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menunjukkan komitmennya dalam mengimplementasikan Asta Cita guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) ini.
Januari hingg Februari 2025 ini, BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp27,72 triliun atau 15,84% dari total alokasi tahunan sebesar Rp175 triliun yang ditetapkan Pemerintah. Sebanyak 649,6 ribu debitur pengusaha UMKM telah menerima manfaat dari penyaluran KUR ini pada periode ini
BRI juga memastikan KUR tersalurkan ke sektor-sektor strategis yang berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Lebih dari separuh atau sekitar 55,88% telah dialokasikan ke sektor produksi.
Sementara itu, untuk sektor ekonomi, penyaluran terbesar adalah di sektor pertanian. Total penyaluran KUR di sektor ini mencapai Rp11,57 triliun.
Besarnya penyaluran ini selaras dengan upaya pemerintah dalam mendukung program ketahanan pangan Indonesia.
Direktur Bisnis Mikro BRI Supari menegaskan bahwa komitmen ini terus dilakukan BRI dalam memperkuat ekosistem pembiayaan UMKM agar semakin berdaya saing dan mampu berkembang secara berkelanjutan.