PejuangKantoran.com - Pemimpin tertinggi Gereja Katolik Paus Fransiskus dimakamkan di Basilika Santa Maria Maggiore di Roma, Italia, Sabtu (26/4/2025). Kepergian Paus kelahiran Argentina ini meninggalkan duka mendalam bagi umat Katolik di dunia.
Namun, Paus Fransiskus juga menjadi populer di luar komunitas Katolik karena memperjuangkan kaum yang kurang beruntung dan terpinggirkan selama 12 tahun masa kepausannya.
Paus, yang meninggal di usia 88 tahun, dikenal karena mengadvokasi masyarakat yang paling rentan dan mengambil sikap berani terhadap isu-isu seperti perubahan iklim, keserakahan perusahaan, dan perang Israel-Hamas.
Baca Juga: Isi Lengkap Surat Wasiat Terakhir Paus Fransiskus: Makam Sederhana dan Pesan Damai untuk Dunia
Ada beberapa momen berkesan dari Paus Fransiskus selama masa kepausan yang mencerminkan kerendahan hati, informalitas, dan misinya untuk mereformasi kepausan. Berikut beberapa di antaranya:
Memeluk Vinicio Riva (2013)
Di Lapangan Santo Petrus, Paus Fransiskus memberkati Vinicio Riva, seorang pria yang cacat karena penyakit genetik (neurofibromatosis), yang menyebabkan tumor tumbuh di seluruh tubuhnya. Akibatnya, Riva sering mengalami penolakan dari orang sekitarnya.
Namun saat berjumpa dengan Riva, Paus Fransiskus langsung memeluk dan mencium kepalanya. “Dia tidak mengatakan apapun. Dia tidak peduli bagaimana rupaku. Ia memelukku tanpa ragu, seolah aku ini anak dalam pelukannya,” ucap Riva.
Paus menunjukkan bahwa setiap orang memiliki martabat, tidak peduli seperti apa pun penampilan mereka. Pelukan Paus menjadi simbol cinta dan penerimaan tanpa syarat, sesuatu yang menurut Riva jarang ia alami.
Mencuci kaki para pengungsi (2016)
Baca Juga: Pemakaman Paus Fransiskus dan Tradisi Penghancuran Cincin yang Sarat Makna
Paus Fransiskus membasuh kaki 11 pengungsi Muslim, Ortodoks, Hindu, dan Katolik, serta seorang pekerja di tempat penampungan para pencari suaka, sebagai bagian dari perayaan Kamis Putih di Roma, Kamis (24/3/2026).
Ritual membasuh kaki merupakan isyarat kerendahan hati dan pelayanan yang mencerminkan momen ketika Yesus membasuh kaki para rasul.
"Kita semua bersama-sama, Muslim, Hindu, Katolik, Koptik, Evangelis, tetapi bersaudara, anak-anak Tuhan yang sama, yang ingin hidup dalam damai, terpadu," kata Paus.
Bertemu pengungsi Rohingya di Bangladesh (2017)