news

Menanti Seruan 'Habemus Papam!', Mengapa Konklaf Digelar dengan Sangat Rahasia di Kapel Sistina?

Minggu, 4 Mei 2025 | 13:38 WIB
Anthony Hopkins dan Jonathan Pryce sebagai Paus Benediktus dan Kardinal Jorge Bergoglio dalam film The Two Popes (2019). (IMDb)

Bahkan dua teknisi khusus ditunjuk hanya untuk memastikan tidak ada alat penyadap atau kamera tersembunyi.

Mengapa harus seketat itu? Karena sejak dulu, ada kekhawatiran bahwa proses pemilihan Paus bisa dipengaruhi pihak luar, terutama politikus atau negara tertentu.

Dulu banget, bahkan raja-raja Katolik Eropa bisa “memveto” calon Paus yang nggak mereka sukai. Tetapi praktik tersebut resmi dilarang sejak tahun 1904 oleh Paus Pius X.

Baca Juga: Penonton ‘Conclave’ di Platform Streaming Naik 283% usai Wafatnya Paus Fransiskus, Apa Menariknya Film Ini?

“Tujuan dari kerahasiaan ini adalah agar pemilihan Paus benar-benar dianggap sebagai hasil bisikan Roh Kudus, bukan urusan politik,” kata Jeffrey Morrow, dosen teologi dari Franciscan University.

“Habemus Papam!”

Begitu satu nama mendapatkan mayoritas suara (minimal dua pertiga), Paus terpilih langsung ditanya: “Apakah Anda menerima pemilihan ini?”

Kalau jawabannya ya, maka ia akan memilih nama kepausannya, seperti Kardinal Jorge Mario Bergoglio yang kemudian menjadi Paus Fransiskus, atau Kardinal Joseph Alois Ratzinger yang menjadi Paus Benediktus XVI, dan lain sebagainya.

Paus terpilih lalu dibawa ke sebuah ruangan bernama “Room of Tears.” Namanya agak dramatis, tapi memang di situlah Paus baru biasanya menangis karena merasa sangat terharu dan berat menerima tanggung jawab ini.

Di sana Paus yang baru akan berganti pakaian ke jubah putih khas Paus, lalu kembali menemui para kardinal yang menyatakan kesetiaan mereka.

Baca Juga: 7 Momen Paling Berkesan yang Dilakukan Paus Fransiskus sepanjang 12 Tahun Masa Kepausannya

Akhirnya, seorang kardinal senior muncul di balkon Basilika Santo Petrus dan mengumumkan ke seluruh dunia: “Habemus Papam!”, yang artinya: "Kami memiliki Paus!"

Paus baru pun memberikan berkat pertamanya ke hadapan ribuan orang yang menunggu di lapangan dan jutaan lainnya yang menonton dari rumah.

Jadi, walau terdengar seperti proses kuno, konklaf justru jadi simbol penting bahwa pemilihan Paus bukan sekadar soal politik, tapi soal spiritualitas, tradisi, dan tanggung jawab besar.

Begitu pula dengan asap putih yang muncul di langit Vatikan, di balik pemandangan tersebut ada makna yang sangat mendalam.

Halaman:

Tags

Terkini