Menanti Seruan 'Habemus Papam!', Mengapa Konklaf Digelar dengan Sangat Rahasia di Kapel Sistina?

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Minggu, 4 Mei 2025 | 13:38 WIB
Anthony Hopkins dan Jonathan Pryce sebagai Paus Benediktus dan Kardinal Jorge Bergoglio dalam film The Two Popes (2019). (IMDb)
Anthony Hopkins dan Jonathan Pryce sebagai Paus Benediktus dan Kardinal Jorge Bergoglio dalam film The Two Popes (2019). (IMDb)

PejuangKantoran.com - Untuk kali pertama sejak 2013, Dewan Kardinal akan berkumpul di Kota Vatikan untuk menggelar konklaf guna memilih pengganti Paus Fransiskus. Paus, yang wafat pada 21 April, sebelumnya memang terpilih pada tahun 2013 untuk menggantikan Paus Benediktus XVI.

Istilah "konklaf," yang baru-baru ini dipopulerkan oleh film nominasi Piala Oscar 2024 dengan judul sama, Conclave, berasal dari kata Latin yang artinya "ruangan yang dapat dikunci."

Konklaf untuk memilih Paus ke-267 akan dimulai pada Selasa, 7 Mei 2025, di Kota Vatikan. Para kardinal akan berkumpul di Basilika Santo Petrus untuk merayakan misa khusus. Setelah prosesnya akan berlanjut di dalam Kapel Sistina, tempat pemungutan suara berlangsung.

Baca Juga: Konklaf, Pemilihan Paus Baru Akan Dimulai pada 7 Mei 2025

Konklaf sendiri adalah salah satu tradisi paling tua dan sakral di dunia Katolik. Tetapi jangan membayangkan suasananya kaku dan membosankan. Proses ini justru penuh simbol dan sejarah yang menarik untuk diulik.

Siapa yang memilih Paus?

Konklaf bukan seperti pemilu di mana semua orang bisa memberikan suara. Hanya para kardinal Gereja Katolik yang berusia di bawah 80 tahun yang punya hak suara.

Saat ini, dari total 252 kardinal yang ada, hanya 135 yang memenuhi syarat untuk ikut konklaf. Bahkan dua di antaranya sudah menyatakan tidak akan mengikuti karena alasan kesehatan.

Ada juga cerita menarik dari Kardinal Angelo Becciu. Walau sebelumnya sempat diberhentikan oleh Paus Fransiskus karena dugaan skandal keuangan, ia bersikeras masih punya hak ikut konklaf.

Namun belakangan Kardinal Becciu mengurungkan niatnya dan mengeluarkan pernyataan resmi, “Demi kebaikan Gereja dan demi menjaga keharmonisan konklaf, saya memilih untuk tidak ikut, meski tetap merasa tidak bersalah.” 

konBaca Juga: Kardinal Ignatius Suharyo Siap Ikuti Konklaf Pemilihan Paus Baru di Vatikan Pada 6 Mei 2025

Mengapa konklaf sangat rahasia?

Voting dilakukan dalam beberapa putaran di Kapel Sistina, Vatikan. Setiap kardinal menuliskan nama kandidat pilihannya di kertas, lalu surat suara itu dikumpulkan dan dihitung. Setelah satu sesi voting selesai, semua kertas dibakar.

Nah, di sinilah elemen yang bikin orang-orang di luar Kapel Sistina deg-degan: asap dari cerobong Kapel Sistina akan berubah warna. Kalau asapnya hitam, artinya belum ada hasil alias belum ada Paus baru. Tapi kalau asapnya putih—nah, itu tandanya Paus baru sudah terpilih!

Konklaf sendiri digelar sangat tertutup. Tidak boleh ada HP, email, bahkan para kardinal dilarang ngobrol dengan orang luar. Semua alat rekam dan komunikasi dicek dua kali untuk memastikan tidak ada yang membocorkan apapun.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Catholic News Agency, pbs.org

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X