news

Warga Pulau Kapoposang Bahu-membahu dengan BRI Menanam - Grow & Green Rawat Alam Bahari

Kamis, 15 Mei 2025 | 20:22 WIB
Warga Pulau Kapoposang bekerja sama dengan program BRI Menanam Grow and Green menjaga kelestarian ekosistem laut. (BRI)

PejuangKantoran.com - Masyarakat lokal Pulau Kapoposang, Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan meyakini bahwa manusia memiliki peran besar dalam merawat alam bahari. Ketika alam dijaga dengan baik, alam pun tak segan memberi kembali kebaikannya.

Warga pun membentuk berbagai kelompok untuk melakukan pengawasan terhadap penangkapan ikan yang marak dilakukan oleh nelayan luar dengan menggunakan bom dan bius di daerah Pulau Kapoposang. Mereka juga membantu penanganan telur penyu di perairan Kapoposang.

Kelompok-kelompok tersebut antara lain Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pulau Kapoposang, Kelompok Rehabilitasi Karang Web Spider, kelompok masyarakat pengawas (Pokmaswas) dan Kelompok Pelestari Kehati Bahari Lestari.

Baca Juga: Jawab Pertanyaan Ini Dengan Jujur Untuk Tahu Gaya Hubungan Kamu dengan Uang Seperti Apa

Masing-masing kelompok tersebut menangani kasus yang berbeda. Seperti Pokdarwis Kapoposang, yang terbentuk dari kesadaran akan pentingnya menjaga laut.

Kelompok yang dibentuk pada tahun 2024 telah tumbuh hingga memiliki 33 anggota aktif yang berkomitmen terhadap pelestarian alam.

“Kami melihat potensi besar dalam pariwisata bahari, mulai dari snorkeling, diving, hingga wisata budaya. Sayangnya, pesona Kapoposang ini belum banyak dikenal masyarakat luas.

"Karena itu, kami bertekad untuk memperkenalkan pulau ini lebih luas sambil tetap menjaganya dari kerusakan,” ujar Abdul Rauf, salah seorang anggota Pokdarwis Pulau Kapoposang.

Lain lagi dengan yang dilakukan Kelompok Rehabilitasi Karang Web Spider Pulau Kapoposang, yang kini memiliki 21 anggota aktif.

Kelompok yang berdiri tahun 2019 ini awalnya terbentuk melalui kerja sama antara BKKPN Kupang Satuan Kerja Kapoposang dan pemuda lokal yang memiliki kepedulian tinggi terhadap kondisi alam bawah laut.

Baca Juga: Co-Founder Strava, Mark Gainey dan Michael Horvath, Sama-Sama Kuliah di Harvard dan Satu Tim Dayung Universitas

“Kelompok ini hadir sebagai respon atas kerusakan terumbu karang akibat praktik penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan, seperti penggunaan bom dan bius oleh nelayan dari luar pulau.

"Kami juga rutin melakukan monitoring ekosistem di wilayah Taman Wisata Perairan Kapoposang untuk memastikan keamanan dan kelestarian laut di sini,” jelas Umar, Ketua Kelompok Rehabilitasi Karang Web Spider Pulau Kapoposang.

Terbantu Lewat BRI Menanam - Grow & Green: Coral Reef

Selain peran aktif dari berbagai kelompok masyarakat, Pulau Kapoposang pun juga mendapatkan perhatian khusus dari pihak BRI melalui program BRI Menanam - Grow & Green.

Halaman:

Tags

Terkini