PejuangKantoran.com - Pernah nggak sih kamu punya teman yang habis liburan beberapa hari ke luar kota atau ke luar negeri, lalu setiba di tempat asal ngomongnya sudah kayak penduduk lokal?
Misalnya baru pulang dari Bandung, ngomongnya langsung pakai logat Sunda. Atau baru balik libur sebulan di Jakarta, pulangnya langsung "lo-gue", "lo-gue".
Nah, ternyata orang yang gampang meniru logat orang lain kayak gini bukan karena mau gaya-gayaan, lho. Ada penjelasan ilmiahnya, dan ini disebut accent mirroring atau peniruan aksen.
Baca Juga: Meski Menggunakan AI Tiap Hari, Ternyata Banyak Karyawan yang Tidak Percaya dengan Hasilnya
Accent mirroring itu sebenarnya kebiasaan (sering kali nggak disadari) seseorang meniru logat atau cara bicara orang lain. Hal ini sebenarnya umum terjadi, tapi katanya lebih sering dan lebih jelas terjadi pada orang yang neurodivergen, terutama mereka yang punya ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder).
Jadi bukan karena mau sok Inggris, tapi otaknya memang lebih responsif terhadap suara dan nada bicara orang lain.
Menurut Neurolaunch (sumber informasi kesehatan mental), orang dengan ADHD punya sensitivitas tinggi terhadap informasi suara. Saat ngobrol, mereka lebih peka terhadap nada, intonasi, bahkan cara pengucapan lawan bicara.
Karena otaknya kurang bisa menyaring atau menahan keinginan untuk meniru, akhirnya mereka cenderung meniru logat yang mereka dengar, baik sadar maupun nggak sadar.
Contohnya, seseorang dengan ADHD yang lagi ngobrol sama orang Surabaya bisa tiba-tiba ngomong dengan logat Jawa Timuran walau belum pernah tinggal di sana.
Ini bisa jadi cuma perubahan kecil pada cara pengucapan, tapi juga bisa sampai intonasi dan ritme bicaranya berubah total.
Di media sosial, banyak yang cerita soal pengalaman mereka. Di Reddit, khususnya forum r/ADHDWomen, ada yang nulis: “Seumur hidup aku suka tiba-tiba ngomong pakai aksen yang lagi aku tonton di film atau denger di media sosial.”
Baca Juga: Jawaban Terbaik Saat Ditanya “Mengapa Mencari Pekerjaan Baru?” saat Wawancara Kerja
Yang menarik, kebanyakan dari mereka baru tahu kalau ini ternyata punya nama dan ada hubungannya dengan ADHD.
Salah satu pengguna Reddit bilang dia bahkan bisa ikut-ikutan gaya jeda bicara orang yang Bahasa Inggris-nya bukan bahasa utama, padahal dia sendiri native speaker.
Ada juga yang bilang pernah nggak sengaja meniru tawa aneh seorang pelayan restoran. Keluarganya langsung menegur karena dianggap nggak sopan, padahal dia sendiri juga bingung kenapa bisa refleks begitu.
Tetapi tidak semua orang menganggap ini sebagai hal negatif. Beberapa malah justru memanfaatkannya.
Artikel Terkait
Jangan Ragu Ikut Club di Strava Jika Kamu Ingin Mendapatkan 5 Manfaat Berikut Ini!
3 Cara Cerdas Menjawab Pertanyaan yang Kamu Tidak Tahu Jawabannya saat Wawancara Kerja
Kenapa Kopimu Bisa Jadi Tidak Sehat: 8 Bahan yang Harus Dihindari saat Minum Kopi
Feedback ke Atas: Saat Karyawan Boleh Memberikan Pendapat ke Manajer, Ini Manfaatnya yang Dirasakan!
Benarkah Kerja Remote Bikin Orang Sulit Basa-Basi dan Malas Keluar Rumah, Bahkan untuk Urusan Non Pekerjaan?
Beasiswa EPOS DAAD 2026/27 Sudah Dibuka! Kesempatan Kuliah di Jerman Bisa Bawa Pasangan dengan Biaya Penuh
5 Tipe Finansial yang Menggambarkan Gaya Hubungan Seseorang dengan Uang