Menurut penelitian mereka, sekarang ada teknologi yang dapat dipasang langsung di pesawat untuk mencegah gangguan tersebut dan telah berhasil diterapkan di banyak negara lain di seluruh dunia tanpa insiden.
Penumpang yang terbang di Inggris dan Uni Eropa, misalnya, tidak lagi diminta untuk mengatur telepon mereka dengan settingan mode pesawat.
Baca Juga: Sudah Jadi Tentara Rusia, Satria Arta Kumbara Dipecat dari TNI AL dan Kehilangan Kewarganegaraan
Malah mereka bisa mengirim pesan teks dan menerima telepon kalau maskapai penerbangan mengizinkannya. Karena mereka sudah pakai teknologi 5G yang dirancang khusus agar tidak mengganggu sistem pesawat.
Mulai Juni 2023, maskapai penerbangan anggota UE diharuskan untuk melengkapi pesawat mereka dengan peralatan jaringan khusus yang menggunakan jaringan satelit agar penumpang tetap terhubung. Peralatan ini disebut picocell, yang mirip menara seluler portabel.
Sayangnya, 5G di Amerika pakai frekuensi yang lebih tinggi dan masih bisa mengganggu peralatan penerbangan. Jadi, aturan lama di AS masih tetap berlaku.
Konsekuensi jika tidak memakai airplane mode
Kita memang tidak akan langsung dipenjara kalau nggak mengaktifkan airplane mode. Tetapi, ada juga kasus penumpang yang kena denda atau bahkan dikeluarkan dari pesawat karena berdebat dengan pramugari soal airplane mode.
Baca Juga: Tempat Nongkrong Baru di Singapura buat yang Mau Short Getaway di Tanggal Merah Bulan Mei
Pernah juga ada yang didenda lebih dari 600 dollar hanya karena ngeyel. Jadi ya, meskipun kelihatannya sepele, kalau kamu tidak mentaati aturan penerbangan, tetap bisa kena sanksi.
Perlu kamu ketahui, mengaktifkan airplane mode itu bukan cuma soal keamanan, tapi juga soal sopan santun sama kru dan penumpang lain. Plus, dengan airplane mode, baterai HP kamu jadi lebih awet.
Yang lebih penting, bukankah saat terbang itu momen pas buat istirahat dari notifikasi, email kerjaan, dan grup WA keluarga?