news

Jakarta Siaga: Ribuan Ojol Akan Demo 20 Mei, Layanan Diprediksi Lumpuh Total

Senin, 19 Mei 2025 | 17:25 WIB
Demo Ojol dalam Rangka Menuntut Tunjangan Hari Raya untuk Idul Fitri 2025/1446 H

PejuangKantoran.com - Kamu yang tinggal atau beraktivitas di Jakarta, siap-siap hadapi kemacetan besar-besaran pada Selasa, 20 Mei 2025. Ribuan pengemudi ojek online dari berbagai daerah di Indonesia akan turun ke jalan dalam aksi yang mereka sebut Aksi Akbar 205.

Unjuk rasa ini diorganisir oleh GARDA Indonesia (Gabungan Aksi Roda Dua), asosiasi pengemudi ojek online yang terdiri dari driver roda dua dan roda empat dari seluruh penjuru negeri. Mereka akan memusatkan aksinya di tiga titik utama: Istana Merdeka, Kementerian Perhubungan, dan Gedung DPR/MPR RI. Selain itu, kantor-kantor perusahaan aplikasi transportasi daring juga masuk dalam daftar lokasi aksi.

Ketua Umum GARDA, Raden Igun Wicaksono, mengatakan bahwa aksi akan dimulai pukul 13.00 WIB dan menyasar langsung titik-titik strategis yang berkaitan dengan layanan aplikasi. Bukan cuma demo, aksi ini juga akan disertai offbid massal alias pemadaman aplikasi secara serentak oleh para driver di seluruh Indonesia. Jadi, buat kamu yang biasa pesan ojek atau mobil online, mungkin harus cari alternatif transportasi dulu.

Baca Juga: Bagi Yang Supersibuk, Terapkan Teknik Tidur R90 ala Pemain Elit Liga Sepak Bola Eropa Untuk Kulitas Tidur Terbaik

GARDA sendiri sudah meminta maaf kepada masyarakat yang kemungkinan akan terdampak. Mereka memperkirakan sebagian wilayah Jakarta bakal macet parah. Igun mengingatkan agar kamu menyesuaikan waktu tempuh dan rute, terutama di sekitar lokasi demo. "Kami mohon maaf sebelumnya, karena aksi ini mungkin akan mengganggu aktivitas masyarakat," katanya.

Tapi aksi ini bukan cuma soal turun ke jalan. Para pengemudi datang membawa tuntutan serius. Inti dari protes mereka adalah dugaan pelanggaran regulasi yang dilakukan oleh perusahaan aplikasi. GARDA menilai bahwa aplikator telah melanggar aturan dalam Keputusan Menteri Perhubungan (Kepmenhub) KP No. 1001 Tahun 2022, yang seharusnya membatasi potongan biaya aplikasi maksimal sebesar 20 persen (15 persen untuk sewa aplikasi, dan 5 persen untuk kesejahteraan mitra).

Faktanya, menurut para pengemudi, banyak aplikator memotong hingga hampir 50 persen dari penghasilan driver. Ditambah lagi dengan skema tarif promo seperti "aceng", "hemat", "prioritas", dan "slot" yang dianggap semakin merugikan mereka.

GARDA juga menuntut agar Presiden dan Menteri Perhubungan turun tangan memberi sanksi kepada aplikator yang melanggar. Mereka juga meminta Komisi V DPR RI menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) gabungan antara pemerintah, aplikator, asosiasi pengemudi, dan lembaga konsumen seperti YLKI. Tujuannya, menetapkan kembali batas potongan aplikasi maksimal 10 persen serta merevisi tarif layanan penumpang, makanan, dan pengiriman barang.

Baca Juga: Ternyata, Ini Beda Orang dengan Gaji Rp15 Juta dengan yang Gajinya Rp5 Juta menurut Menkes

Igun menegaskan bahwa aksi ini bukan gertakan kosong. Para pengemudi, katanya, sudah terlalu lama bersabar. Sejak 2022, mereka merasa diabaikan oleh para aplikator dan pemerintah yang seharusnya menjadi pengawas regulasi. “Kami sudah cukup sabar. Kalau tetap dibiarkan, akan ada tindakan yang lebih besar lagi. Tidak ada ampun bagi aplikator pelanggar,” ucapnya dengan tegas.

Aksi 20 Mei ini diprediksi melibatkan ribuan driver dari berbagai daerah, termasuk Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta, Bandung, Cirebon, Palembang, dan Lampung. Mereka semua bergerak ke Jakarta untuk menyuarakan keresahan yang sudah lama terpendam.

Buat kamu pengguna layanan ojol, ada baiknya mulai cari alternatif transportasi. Dan buat kamu yang simpati dengan perjuangan mereka, mungkin ini saatnya ikut menyuarakan pentingnya regulasi yang adil di era digital seperti sekarang.

Tags

Terkini