PejuangKantoran.com - Nama Masyita Crystallin beberapa hari belakangan menjadi perbincangan hangat setelah dilantik oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati sebagai Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan (DJSPSK) Kementerian Keuangan.
Sebenarnya, Masyita bukan orang baru di kalangan ekonom Indonesia. Rekam jejaknya di bidang ekonomi, kebijakan fiskal, dan pembangunan berkelanjutan, baik di tingkat nasional maupun global, sudah tidak perlu diragukan lagi.
Sebelum memangku jabatan baru ini, perempuan kelahiran 13 Juli 1981 ini merupakan Staf Khusus (Menkeu) Bidang Kebijakan Fiskal dan Makroekonomi serta Perubahan Iklim hingga 2024.
Tak heran jika Sri Mulyani mempercayakan jabatan baru tersebut padanya.
Baca Juga: Orang yang Selalu Kebagian Motoin Teman-temannya saat Foto Bareng Ternyata Punya Sifat Ini
Miliki riwayat pendidikan cemerlang
Masyita merupakan alumni Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia yang lulus pada 2005. Karena sejak kuliah sering menjadi Teaching Assistant, pada 2007 ia menjadi dosen di universitas tersebut hingga 2010.
Wanita berusia 43 tahun ini lalu melanjutkan pendidikannya ke luar negeri dan meraih dua gelar magister, Master of Arts, Economics dari The Australian National University dan International Development Economics dari Claremont Graduate University.
Di Claremont Graduate University, ia juga meraih gelar Doctor of Philosophy (PhD) bidang Ekonomi pada 2015.
Sebelumnya, pada 2013 Masyita juga pernah menjadi PhD Intern di International Monetary Fund (IMF) dan dosen tamu di University of La Verne, Amerika Serikat.
Jabatan yang diemban Masyita Crystallin
Baca Juga: Produk Aksesori Kawat asal Mojokterto 'Diamonte' Incar Pasar Global dengan Dukungan BRI
Selepas lulus kuliah, kehidupan Masyita sudah mulai sibuk. Pada 2008, ia menjadi konsultan di Bank Dunia atau World Bank selama setahun.
Pada 2016 ia baru mulai masuk ke dunia keuangan Indonesia dengan menjabat sebagai Penasihat Ekonomi di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman RI pada 2016 - 2017.
Tahun berikutnya, Masyita menjadi ekonom di Mandiri Sekuritas. Di tahun yang sama, ia juga memiliki jabatan yang sama di DBS Indonesia sampai 2020.
Di tahun itulah, ia mulai dipercaya oleh Sri Mulyani menjadi Stafsus Menkeu selama lebih dari empat tahun, sekaligus menjabat sebagai Komisaris di Indonesia Financial Group (IFG).