news

Berdampak Positif Terhadap Inklusi Keuangan di Pedesaan, Agen BRILink Ini Juga Menciptakan Lapangan Kerja

Minggu, 8 Juni 2025 | 21:56 WIB
Tak hanya memperluas inklusi keuangan, AgenNRILink satu ini juga menciptakan lapangan kerja. (BRI)

“Selain mencukupi kebutuhan rumah tangga, sebagian juga saya gunakan untuk menambah modal usaha dan berbagi kepada masyarakat disekitar kami yang kurang mampu,” tambah Wahyuddin.

 

Pendampingan dan Pelatihan untuk Agen

Pada kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI Agustya Hendy Bernadi menegaskan bahwa BRI akan terus mendorong berbagai inisiatif untuk meningkatkan inklusi dan literasi keuangan di Indonesia. Salah satunya adalah melalui penguatan peran AgenBRILink.

AgenBRILink sendiri telah menjadi motor utama dalam perluasan layanan keuangan BRI. Melalui skema kemitraan dengan nasabah, BRI menjadikan mereka sebagai perpanjangan tangan layanan perbankan yang dapat melayani transaksi secara real-time online dengan konsep berbasis sharing fee.

Melalui AgenBRILink, BRI memperluas akses layanan keuangan hingga ke pelosok desa. Menurut Hendy, BRI memberikan pendampingan dan pelatihan agar para agen dapat tumbuh dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat sekitarnya.

Baca Juga: Zero Waste to Landfilll Jadi Program BRI Kurangi Limbah dan Emisi dalam Operasional Perusahaan

Pendampingan yang dilakukan untuk AgenBRILink mencakup berbagai aspek penting, mulai dari pelatihan pemasaran, edukasi fitur-fitur terbaru BRILink, hingga peningkatan pemahaman terkait mitigasi risiko seperti penipuan atau judi online.

Para agen juga dibekali kemampuan dalam mengelola operasional harian, seperti penggunaan EDC, serta strategi dalam menangkap potensi wilayah dan meningkatkan nilai sosial (social value).

Dengan pelatihan-pelatihan ini diharapkan peran AgenBRILink tidak hanya sebatas transaksi, tetapi juga membawa dampak nyata bagi komunitas sekitar.

“Hingga akhir Maret 2025, jumlah AgenBRILink tercatat telah mencapai lebih dari 1,19 juta agen yang tersebar di lebih dari 67 ribu desa di seluruh Indonesia, atau menjangkau sekitar 88% dari seluruh desa di wilayah Indonesia,” pungkas Hendy. ***

Halaman:

Tags

Terkini