Buat mereka, pengalaman berkencan itu agak menakutkan karena identik dengan penolakan. Hal itu dirasakan dari ghosting dan swiping yang tidak juga menghasilkan match pada aplikasi kencan.
Untuk mengatasi hal itu, Tinder meluncurkan fitur Double Date, di mana pasangan pada Double Date Tinder dimasukkan ke dalam obrolan grup kedua pasangan untuk mengoordinasikan hangout. Hanya butuh satu like per pasangan untuk mendapatkan match.
Kencan berkelompok bisa menjadi cara untuk mencairkan suasana dengan santai, dan saling mengenal satu sama lain sebelum memutuskan apakah akan ada hubungan romantis.
Baca Juga: Seruuu... Musikal Keluarga Cemara Hadirkan Dua Komposisi Pemain yang Berbeda untuk 30 Pertunjukan
Perusahaan rintisan lain, seperti Fourplay, memiliki aplikasi yang sepenuhnya dibangun di sekitar kencan berkelompok. Acara kencan juga sedang populer karena pengguna mengalami kejenuhan terhadap aplikasi kencan. Ketimbang swiping terus, mereka pilih untuk terkoneksi secara langsung.
Selain Tinder, Bumble juga sedang berjuang untuk memenuhi kebutuhan Gen Z.
"Saya pikir alasan Gen Z meninggalkan aplikasi kencan adalah karena setelah masuk ke aplikasi, mereka tidak melihat siapa yang ingin mereka lihat, sehingga mereka merasakan dua hal: merasa ditolak dan dihakimi. Itu yang menjadi tanggung jawab penuh saya di Bumble," kata CEO Bumble Whitney Wolfe Herd.