news

Tak hanya Pacu jalur di Riau, Indonesia Punya Banyak Balap Perahu Tradisional. Berikut Daftarnya!

Minggu, 6 Juli 2025 | 16:58 WIB
Tarian Pacu jalur mendunia. Indonesia punya banyak lomba balap perahu tradisional. (Instagram Kepoin Trending)

Pejuangkantoran.com - Tarian Pacu Jalur tengah menjadi tren di dunia karena 'aura farming'. Tarian yang dibawakan bocah di atas jalur (perahu) ditiru oleh banyak orang, tak hanya di Indonesia tetapi di belahan dunia.

Menurut laman di CNNIndonesia.com, ada beberapa atlet dunia yang menirukan tarian pacu jalur ini. Mereka adalah Bradley Barcola (pemain PSG), Neymar, Travis Kelce (pemain American Football), Fernando Alonso, dan Diego Luna (pemain sepak bola klub Real Salt Lake di Major League Soccer, AS).

Tari Pacu Jalur adalah tarian yang yang dilakukan oleh seseorang (biasanya anak kecil) yang berfungsi untuk memberikan aba-aba dan irama kayuhan dayung. Ini menjadi ciri khas Pacu Jalur.

Pacu Jalur sendiri adalah lomba perahu panjang tradisional khas Kuantan Singingi, Riau, yang sudah ada sejak abad ke‑17. Jadi, ini adalah lomba balap perahu dayung tradisional.

Indonesia sendiri mencatat punya beberapa lomba balap perahu dayung tradisional yang berasal dri berbagai daerah dengan ciri khas masing-masing. Ini adalah kekayaan budaya Indonesia yang bisa menjadi objek wisata.

Baca Juga: Canva Makin Melokal dengan Template dan Gambar-gambar Tradisional Indonesia

Berikut ini adalah beberapa macam lomba pacu perahu tradisional yang paling dikenal:

  1. Pacu Jalur – Riau
  • Lokasi: Sungai Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi.
  • Ciri khas: Perahu panjang hingga 40 meter, dengan 45–60 pendayung, diiringi penari kecil di ujung perahu.
  • Waktu pelaksanaan: Agustus (menjelang HUT RI)
  1. Belawing – Kalimantan Tengah
  • Lokasi: Sungai Kahayan, Palangka Raya.
  • Ciri khas: Balapan perahu yang dinamai “Belawing” oleh suku Dayak, sering digelar dalam rangka Festival Budaya Isen Mulang.
  • Unsur budaya: Diiringi musik tradisional dan tarian suku Dayak.
  1. Mappanretasi & Balapan Perahu Tradisional – Kalimantan Selatan
  • Lokasi: Kabupaten Tanah Laut, pesisir laut.
  • Ciri khas: Bagian dari ritual Mappanretasi (ritual laut), diikuti lomba perahu tradisional di laut lepas.

Baca Juga: Bali Jadi Rumah Program Duta Budaya Airbnb dan UNESCO, Kenalkan Kekayaan Tradisi kepada Wisatawan

  1. Perahu Naga (Dragon Boat) – Sumatera Barat, Riau, Palembang, dan kota pesisir lainnya
  • Asal-usul: Tradisi Tionghoa yang diadaptasi lokal.
  • Ciri khas: Perahu dihias kepala naga, dengan 10–20 pendayung dan diiringi drum di tengah.
  • Event besar: Festival Dragon Boat di Sungai Musi (Palembang) dan Sungai Batang Arau (Padang).
  1. Sandeq Race – Sulawesi Barat
  • Lokasi: Polewali Mandar ke Makassar (melewati laut lepas).
  • Ciri khas: Perahu bercadik khas Mandar, tidak menggunakan mesin tapi menggunakan layar dan mengandalkan angin.
  • Keunikan: Perahu tercepat di Indonesia yang digunakan nelayan untuk melaut.
  1. Lomba Sampan Layar & Dayung – Kepulauan Seribu, Jakarta & Maluku
  • Ciri khas: Lomba perahu kecil dengan layar atau didayung di laut terbuka.
  • Biasanya digelar: Saat HUT RI, Festival Bahari, atau Hari Jadi Daerah.
  1. Lomba Kole-Kole – Maluku Utara (Ternate, Tidore)
  • Ciri khas: Perahu kole-kole adalah perahu bercadik tradisional, digunakan untuk lomba dan upacara adat. ***

Tags

Terkini