Kalau kamu bekerja di bidang spesialis, IT, atau pertambangan, peluang mendapat gaji besar cukup tinggi.
Upah minimum
Australia punya salah satu upah minimum tertinggi di dunia, yaitu 24,10 AUD per jam atau sekitar Rp256 ribu per jam.
Baca Juga: Bakal Jadi Film Kolosal, Produksi 'Believe: Takdir, Mimpi, Keberanian' Libatkan 300 Pemain Ekstra
Upah minimum tersebut bahkan lebih tinggi dibandingkan dengan AS yang “hanya” USD 7,25/jam atau sekitar Rp108 ribu, serta Inggris yang lebih tinggi, yaitu GBP 11,44/jam atau sekitar Rp215 ribu.
Upah ini berlaku untuk semua pekerja paruh waktu dan penuh waktu, serta tidak boleh ditawar lebih rendah, sesuai aturan dari Fair Work Commission.
Tabungan pensiun wajib
Kalau kamu bekerja di Australia, perusahaan wajib menyetor sebagian dari gaji kamu ke dalam dana pensiun, yang disebut superannuation.
Jadi, walau kamu tidak kerja seumur hidup di sana, kamu tetap punya tabungan masa depan!
Lalu, apakah kenaikan gaji bisa terjadi tiap tahun?
Baca Juga: Bakal Jadi Film Kolosal, Produksi 'Believe: Takdir, Mimpi, Keberanian' Libatkan 300 Pemain Ekstra
Kabar baiknya: bisa! Rata-rata kenaikan gaji di Australia sekitar 8% setiap 16 bulan. Namun, kenaikan gaji tiap 12 bulan belum tentu terjadi secara otomatis. Semuanya masih tergantung dari industri tempat bekerja, kinerja, dan perjanjian kerjanya.
Misalnya saja, rata-rata pendapatan mingguan naik dari AUD 20,33 jadi AUD 21,38 per jam dalam setahun terakhir. Ini menandakan tren kenaikan yang positif.
Jadi, kalau kamu mencari negara dengan gaji tinggi, sistem kerja jelas, dan jaminan kesejahteraan seperti superannuation, Australia bisa jadi pilihan bagus.
Namun, tentu saja persiapan kamu harus matang, termasuk bahasa, izin kerja, dan skill yang dibutuhkan di pasar sana.