Pada akhirnya, studi MIT ini menjadi pengingat bahwa AI generatif bukan hanya soal teknologi canggih, tapi tentang kesiapan perusahaan untuk berubah dan mengimplementasikannya.
“AI bukan lagi soal siapa yang paling cepat punya alatnya, tapi siapa yang benar-benar bisa mengintegrasikannya ke cara kerja sehari-hari,"pungkas Aditya.