PejuangKantoran.com - Gelombang demo yang melanda Indonesia dalam sepekan terakhir ternyata tak hanya jadi sorotan publik dalam negeri, tetapi juga diamati ketat oleh media internasional.
Mulai dari Time, CBC, hingga ABC Asia, masing-masing memberikan gambaran bagaimana dunia luar menilai keresahan rakyat, sikap pemerintah, hingga potensi arah politik ke depan.
Time: Protes bisa kembali memanas
Media “Time” menyoroti keputusan sejumlah kelompok masyarakat sipil dan mahasiswa yang menunda aksi protes, termasuk Aliansi Perempuan Indonesia yang memilih menahan diri untuk mencegah bentrokan dan menghindari aksi ditunggangi pihak lain.
Baca Juga: Stop Lakukan 3 Kebiasaan Ini! Bisa Menjerumuskan Kamu ke Utang Kartu Kredit
Namun, para analis yang dikutip Time mengingatkan, protes ini bisa sewaktu-waktu kembali membesar.
Ambang Priyonggo, analis politik dari Universitas Multimedia Nusantara, menyebut eskalasi protes ini “sudah bisa diprediksi” karena merupakan akumulasi rasa frustrasi terhadap elit politik.
Hal senada juga disampaikan Christina Clarissa Intania dari Indonesian Institute.
Menurutnya, ketidakpuasan publik bukan hanya soal gaji pejabat yang jauh di atas rata-rata rakyat, tetapi juga soal minimnya transparansi dan akuntabilitas pemerintah.
Elisabeth Kramer dari University of New South Wales bahkan menulis bahwa jurang antara elit politik dan masyarakat sudah lama ada.
Jika tidak diatasi, protes hanya akan makin besar di masa depan.
Baca Juga: Siapa Salsa Erwina Hutagalung, yang Tak Gentar setelah Kena Doxing usai Tantang Debat Ahmad Sahroni?
CBC: Respon langka Prabowo Subianto