Cara Media Asing Melihat Demo Indonesia, Mulai dari Frustrasi Rakyat sampai Janji Prabowo

photo author
Elga Windasari, Pejuang Kantoran
- Rabu, 3 September 2025 | 09:10 WIB
Ilustrasi media sosial. (freepik.com)
Ilustrasi media sosial. (freepik.com)

Sementara itu, CBC menyoroti langkah Presiden Prabowo Subianto yang cukup jarang dilakukan, yaitu memangkas fasilitas dan tunjangan anggota DPR, termasuk tunjangan rumah dan perjalanan luar negeri.

Langkah ini disebut sebagai respon atas kemarahan publik yang makin memuncak.

Di sisi lain, media ini menyinggung soal janji ekonomi Prabowo yang dinilai terlalu muluk.

Target pertumbuhan 8% dianggap jauh dari realistis, mengingat prediksi Bank Dunia hanya 4,8% sampai 2027.

ABC Asia: Dari penjarahan hingga kritik tunjangan

Liputan ABC Asia menyorot sisi yang lebih dramatis, yaitu penjarahan yang menimpa rumah para anggota DPR.

Mobil sport dirusak, barang mewah dijarah, bahkan hewan peliharaan pun ikut raib.

Salah satu alasannya karena fasilitas baru DPR dianggap terlalu berlebihan dan tidak sensitif. Apalagi di tengah rakyat yang sedang kesulitan dengan biaya hidup, pajak, dan pengangguran.

Media ini juga memberikan sumpah Prabowo yang akan mengambil “tindakan tegas” terhadap para pelaku, bahkan mengerahkan militer untuk mengamankan lokasi strategis.

Jika dirangkum, liputan media asing memperlihatkan benang merah yang sama, yaitu keresahan rakyat Indonesia bukan sekadar soal gaji politisi atau tunjangan DPR.

Keresahan jauh lebih dalam dari itu, yaitu tentang jurang kepercayaan antara rakyat dan elit.

Respons pemerintah yang memotong fasilitas DPR mungkin bisa meredakan kemarahan sementara, tetapi dari kacamata luar negeri, masalahnya jauh lebih struktural.

Transparansi, akuntabilitas, dan kesenjangan sosial-ekonomi disebut masih jadi bom waktu yang bisa memicu protes lanjutan.

Media asing menyebut bahwa demo di Indonesia bukan sekadar aksi jalanan, melainkan tanda ketidakpuasan yang sudah lama dipendam.

Jika akar masalahnya tidak diatasi, dunia luar percaya bahwa protes bisa datang lagi dengan gelombang yang lebih besar.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Christina A.S

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X