4. “Saran kamu sangat berarti buat aku, tapi saat ini aku lebih butuh dukungan daripada solusi.”
Kalimat ini membuat arah percakapan jadi lebih sesuai dengan kebutuhan kamu. Kadang, seseorang memang tidak perlu saran panjang lebar, cukup ditemani atau didengarkan.
Misalnya, ketika kamu sedang sedih karena gagal dalam sesuatu, mendengar “Semangat, aku ada di sini buat kamu” jauh lebih menenangkan dibanding daftar solusi yang sebenarnya tidak kamu minta.
Baca Juga: Platform Parenting Tentang Anak Buka Lowongan Kerja: Head of Content Strategy & Development
5. “Kalau saya butuh panduan lebih lanjut, saya pasti akan menghubungi kamu.”
Kalimat ini terdengar sopan sekaligus jelas menutup obrolan. Cocok dipakai ketika ada orang yang sering melewati batas, misalnya rekan kerja yang terus ikut campur dalam setiap keputusan kecil, atau teman lama yang selalu merasa lebih tahu tentang hidup kamu.
Dengan kalimat ini, kamu menegaskan bahwa kendali tetap ada di kamu, tetapi tetap ingin menjaga hubungan baik. Siapa tahu suatu saat kamu memang membutuhkan saran itu, ya kan?
Pada dasarnya, nasihat akan selalu datang, baik kamu mau atau tidak. Meski bermanfaat, tetapi ada yang bisa membuat kamu terasa terbebani.
Kamu memang tidak bisa mengontrol orang yang suka ngasih saran tanpa diminta, tetapi kamu selalu bisa memilih bagaimana cara meresponsnya. Dengan begitu kamu bisa tetap menghargai orang lain sekaligus menjaga kendali atas pilihan hidup sendiri.