4 dari 10 Pekerja Muda Mengikuti Saran Karier dari TikTok, Langkah Bijak atau Justru Berbahaya?

photo author
Elga Windasari, Pejuang Kantoran
- Jumat, 3 Oktober 2025 | 08:01 WIB
Ilustrasi: Gen Z saat ini cenderung lebih suka memakai TikTok daripada Google untuk mencari informasi. (Freepik)
Ilustrasi: Gen Z saat ini cenderung lebih suka memakai TikTok daripada Google untuk mencari informasi. (Freepik)

 

PejuangKantoran.com- TikTok bukan cuma tempat untuk melihat video joget atau meme lucu. Sekarang, aplikasi ini juga jadi “mentor karier” bagi banyak pekerja muda.

Dari tren seperti lazy girl job, bare minimum Mondays, sampai quiet quitting, semuanya lahir dari TikTok dan ikut membentuk cara orang bekerja.

Resume Builder melakukan survei terhadap 1.000 pekerja penuh waktu usia 21 - 40 tahun untuk melihat seberapa besar pengaruh TikTok terhadap keputusan karier mereka. Hasilnya ternyata cukup menarik.

Baca Juga: IKEA Punya Toko Virtual di Roblox, Bisa Berperan Jadi Pegawai dan Dibayar dengan Uang Betulan

Setengah pekerja muda dapat saran karier dari tiktok

Mayoritas pekerja muda aktif menggunakan TikTok. Dari yang menggunakan aplikasi ini, 86% mengaku pernah mendapatkan saran karier dari konten kreator.

Sekitar 27% bilang mereka sering mendapatkan saran, 38% kadang-kadang, dan 22% jarang. Hanya sebagian kecil atau 14% yang benar-benar tidak pernah mencari info karier di sana.

Generasi paling muda disebut yang lebih sering mengikuti saran dari TikTok dibandingkan yang sedikit lebih tua.

banyak yang percaya, tetapi tak sedikit yang bingung

Dua pertiga responden mengatakan mereka percaya dengan saran dari kreator TikTok. Namun, di sisi lain, mayoritas juga mengaku sering menemukan informasi yang menyesatkan.

Sekitar 25% bilang mereka sering menjumpai informasi karier yang membingungkan atau tidak akurat, tetapi hanya 53% yang bilang kadang-kadang menemukannya.

Menurut Julia Toothacre, ahli strategi karier dari Resume Builder, banyak kreator yang hanya membagikan pengalaman pribadi lalu dianggap sebagai “bimbingan profesional”. Padahal pengalaman tiap orang beda-beda.

Berbeda dengan perekrut atau HR yang memberi saran, yang biasanya lebih valid. Meskipun tetap harus dicek apakah sesuai dengan kebutuhan diri.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Christina A.S

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X