Bukan Soal Kemampuan, Kepercayaan Diri Jadi Masalah Utama Perempuan Saat Negosiasi Gaji

photo author
Elga Windasari, Pejuang Kantoran
- Jumat, 3 Oktober 2025 | 09:11 WIB
Percaya dirilah saat negosiasi gaji, dan sampaikan 3  kalimat berikut ini. (xtestator)
Percaya dirilah saat negosiasi gaji, dan sampaikan 3 kalimat berikut ini. (xtestator)

PejuangKantoran.com - Negosiasi gaji adalah salah satu bagian paling menegangkan dalam dunia kerja. Rasanya seperti ujian keberanian antara mau minta lebih, tetapi takut dibilang “kebanyakan mau”.

Namun, tapi tahukah kamu kalau dari ribuan pekerja yang disurvei oleh Resume Builder, ternyata pria jauh lebih sering berhasil dalam negosiasi gaji dibanding perempuan.

Survei tersebut menunjukkan bahwa 55% pria yang bernegosiasi berhasil mendapatkan hasil persis sesuai keinginan mereka. Sementara itu, hanya 42% perempuan yang bisa berkata hal yang sama.

Bahkan, dengan perbandingan 5% dan 3%, artinya dua kali lebih banyak perempuan yang tidak mendapatkan apapun setelah negosiasi alias mentah total.

Baca Juga: Kemenhaj Buka Rekrutmen Petugas Haji 2026 pada November 2025

Jadi, masalahnya apa? Apakah perempuan tidak bisa menegosiasikan gaji dengan baik? Tentu tidak. Menurut pakar karier Julia Toothacre, perempuan sebenarnya mampu, tetapi sering kali kurang percaya diri.

Perempuan yang berhasil dalam negosiasi rata-rata adalah mereka yang tahu nilai dirinya, paham apa yang bisa mereka tawarkan, dan punya data pendukung saat berbicara.

Bukan tidak mau negosiasi, tetapi takut

Menariknya, banyak perempuan sebenarnya ingin bernegosiasi, tetapi akhirnya mundur sebelum mencoba. Sebanyak 31% perempuan mengaku sempat mempertimbangkan untuk negosiasi, tetapi membatalkan niat mereka.

Alasannya cukup mirip dari satu orang ke orang lain, yaitu 34% takut tawaran kerja dicabut, 33% merasa terintimidasi atau tidak enak hati, dan 30% merasa tawaran sudah lebih tinggi dari gaji sebelumnya.

Uniknya, angka rasa takut ini jauh lebih rendah pada perempuan yang sudah berada di posisi tinggi seperti direktur atau eksekutif. Hanya 19% dari mereka yang merasa terintimidasi.

Sebaliknya, perempuan di level junior lebih sering mengaku “tidak enak hati kalau harus minta lebih”.

Baca Juga: IDI dan PERSAGI Nyatakan Dukungan Penuh untuk Program Makan Bergizi Gratis

Sindrom “merasa tidak layak”

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Christina A.S

Sumber: Resume Builder

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X